Militer Israel Perintahkan Evakuasi Seluruh Kota Gaza Jelang Serangan Besar
Selasa, 09 September 2025 - 21:39 WIB
loading...
Israel menyebarkan selebaran agar warga Palestina meninggalkan Kota Gaza. Foto/abc news
A
A
A
JALUR GAZA - Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi seluruh penduduk Kota Gaza pada Selasa pagi (9/9/2025). Mereka memperingatkan serangan besar sebagai bagian dari rencana pendudukan Israel di kota itu.
Pasukan Israel menjatuhkan ribuan selebaran dari pesawat di atas kota, menginstruksikan warga sipil untuk "segera mengungsi" dan bergerak ke selatan menuju wilayah pesisir al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, yang digambarkan oleh militer sebagai "zona aman."
Selebaran tersebut memicu kepanikan yang meluas di antara penduduk yang telah berada di bawah pemboman tanpa henti dan menghadapi kekurangan bantuan yang parah di tengah genosida dan blokade Israel yang sedang berlangsung.
Tak hanya itu, wilayah Al-Mawasi masih belum siap menampung gelombang pengungsi yang begitu besar, sehingga meningkatkan kemungkinan bencana kemanusiaan baru.
“Militer Israel bertekad melenyapkan Hamas dan akan beroperasi di wilayah kota Gaza dengan kekuatan besar, sebagaimana yang telah mereka lakukan di berbagai wilayah Jalur (Gaza)," ujar juru bicara militer Avichay Adraee di X.
Ia meminta penduduk "segera mengungsi melalui Jalan Al-Rashid menuju zona kemanusiaan di Al-Mawasi."
"Tetap berada di wilayah tersebut sangat berbahaya," ujar juru bicara tersebut.
Genosida yang sedang berlangsung di Gaza memasuki hari ke-700 pada hari Jumat, dengan Israel telah membunuh lebih dari 64.600 warga Palestina.
Kampanye militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong tersebut, yang sedang menghadapi kelaparan.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
Baca juga: PM Nepal Mundur Usai Demonstrasi Berdarah Tewaskan 19 Orang
Pasukan Israel menjatuhkan ribuan selebaran dari pesawat di atas kota, menginstruksikan warga sipil untuk "segera mengungsi" dan bergerak ke selatan menuju wilayah pesisir al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, yang digambarkan oleh militer sebagai "zona aman."
Selebaran tersebut memicu kepanikan yang meluas di antara penduduk yang telah berada di bawah pemboman tanpa henti dan menghadapi kekurangan bantuan yang parah di tengah genosida dan blokade Israel yang sedang berlangsung.
Tak hanya itu, wilayah Al-Mawasi masih belum siap menampung gelombang pengungsi yang begitu besar, sehingga meningkatkan kemungkinan bencana kemanusiaan baru.
“Militer Israel bertekad melenyapkan Hamas dan akan beroperasi di wilayah kota Gaza dengan kekuatan besar, sebagaimana yang telah mereka lakukan di berbagai wilayah Jalur (Gaza)," ujar juru bicara militer Avichay Adraee di X.
Ia meminta penduduk "segera mengungsi melalui Jalan Al-Rashid menuju zona kemanusiaan di Al-Mawasi."
"Tetap berada di wilayah tersebut sangat berbahaya," ujar juru bicara tersebut.
Genosida yang sedang berlangsung di Gaza memasuki hari ke-700 pada hari Jumat, dengan Israel telah membunuh lebih dari 64.600 warga Palestina.
Kampanye militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong tersebut, yang sedang menghadapi kelaparan.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
Baca juga: PM Nepal Mundur Usai Demonstrasi Berdarah Tewaskan 19 Orang
(sya)
Lihat Juga :