Trump Ubah Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Sabtu, 06 September 2025 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahannya, misalnya, menghapus nama "Fort Liberty" dari satu pangkalan militer di Carolina Utara dan mengembalikan nama yang terinspirasi Konfederasi, "Fort Bragg".
Namun, alih-alih merujuk pada Jenderal Konfederasi Braxton Bragg, tim Trump mengatakan nama yang dipulihkan tersebut sekarang akan menghormati seorang penerjun payung Perang Dunia II, Roland Bragg.
"Percayakah Anda bahwa mereka mengubah nama itu sedikit di pemerintahan sebelumnya? Tapi kita akan melupakan semua itu, kan?" ungkap Trump dalam pidatonya di pangkalan militer pada bulan Juni.
Dia menjelaskan, "Saya tidak tahu apakah tempatnya bisa sama. Fort Bragg sudah ada. Itulah namanya, dan Fort Bragg, akan selalu tetap sama."
Trump menganggap perubahan nama itu disebabkan oleh takhayul, tetapi pemerintahannya juga telah mengubah arah inisiatif keberagaman yang berupaya membuat militer lebih ramah terhadap beragam demografi.
Janji hari Jumat untuk mengambil pendekatan yang lebih berorientasi perang juga muncul beberapa hari setelah serangan udara mematikan terhadap kapal yang diduga penyelundup narkoba di perairan internasional Laut Karibia.
Trump dan para pejabat tingginya telah berjanji melakukan lebih banyak serangan di luar hukum terhadap para terduga penjahat, yang mereka sebut "teroris narkotika".
Para ahli mengatakan serangan semacam itu memiliki dasar hukum yang lemah dan meningkatkan risiko warga sipil, termasuk nelayan dan migran, menjadi sasaran.
Berbicara pada hari Jumat, Trump mengatakan lalu lintas kapal di area serangan, yang menewaskan 11 orang, telah menurun sejak saat itu.
"Saya bahkan tidak tahu tentang nelayan," ujar dia. "Mereka mungkin berkata, 'Saya tidak mau naik kapal. Saya tidak mau mengambil risiko.'"
Baca juga: Diancam UEA, Netanyahu Hapus Rencana Israel Caplok Tepi Barat
Namun, alih-alih merujuk pada Jenderal Konfederasi Braxton Bragg, tim Trump mengatakan nama yang dipulihkan tersebut sekarang akan menghormati seorang penerjun payung Perang Dunia II, Roland Bragg.
"Percayakah Anda bahwa mereka mengubah nama itu sedikit di pemerintahan sebelumnya? Tapi kita akan melupakan semua itu, kan?" ungkap Trump dalam pidatonya di pangkalan militer pada bulan Juni.
Dia menjelaskan, "Saya tidak tahu apakah tempatnya bisa sama. Fort Bragg sudah ada. Itulah namanya, dan Fort Bragg, akan selalu tetap sama."
Trump menganggap perubahan nama itu disebabkan oleh takhayul, tetapi pemerintahannya juga telah mengubah arah inisiatif keberagaman yang berupaya membuat militer lebih ramah terhadap beragam demografi.
Janji hari Jumat untuk mengambil pendekatan yang lebih berorientasi perang juga muncul beberapa hari setelah serangan udara mematikan terhadap kapal yang diduga penyelundup narkoba di perairan internasional Laut Karibia.
Trump dan para pejabat tingginya telah berjanji melakukan lebih banyak serangan di luar hukum terhadap para terduga penjahat, yang mereka sebut "teroris narkotika".
Para ahli mengatakan serangan semacam itu memiliki dasar hukum yang lemah dan meningkatkan risiko warga sipil, termasuk nelayan dan migran, menjadi sasaran.
Berbicara pada hari Jumat, Trump mengatakan lalu lintas kapal di area serangan, yang menewaskan 11 orang, telah menurun sejak saat itu.
"Saya bahkan tidak tahu tentang nelayan," ujar dia. "Mereka mungkin berkata, 'Saya tidak mau naik kapal. Saya tidak mau mengambil risiko.'"
Baca juga: Diancam UEA, Netanyahu Hapus Rencana Israel Caplok Tepi Barat
(sya)
Lihat Juga :