Trump Ubah Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang

Sabtu, 06 September 2025 - 06:35 WIB
loading...
Trump Ubah Nama Departemen...
Presiden AS Donald Trump. Foto/irna
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani perintah yang mengubah nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang dalam semua pernyataan eksekutifnya. Upacara penandatanganan dilakukan di Ruang Oval pada hari Jumat (5/9/2025).

Saat itu, Trump mengatakan perubahan nama tersebut merupakan bagian dari pergeseran yang lebih besar dari ideologi "woke" di dalam departemen tersebut. Ia menambahkan hal itu akan menandai era baru kemenangan militer.

"Jadi, kita memenangkan Perang Dunia Pertama. Kita memenangkan Perang Dunia Kedua. Kita memenangkan segalanya sebelum dan sesudahnya. Dan kemudian kita memutuskan untuk menjadi woke, dan kita mengubah nama menjadi Departemen Pertahanan," ungkap Trump.

"Kita seharusnya menang di mana-mana. Kita bisa saja memenangkan setiap perang, tetapi kita benar-benar memilih untuk bersikap sangat politis atau woke," ujar Trump.

Para pejabat pemerintahan mengatakan nama "Departemen Perang" akan digunakan dalam korespondensi resmi Gedung Putih dan pernyataan publik.

Namun, perubahan yang lebih permanen akan mengharuskan Kongres untuk mengesahkan undang-undang baru.

Untuk itu, Trump menambahkan ia akan meminta Kongres mengesahkan nama tersebut menjadi undang-undang.

Nama baru ini telah ditafsirkan secara luas sebagai cerminan dari sikap kebijakan luar negeri yang lebih agresif di bawah Presiden Trump.

Sejak menjabat untuk periode kedua, Trump telah mengawasi kampanye pengeboman di Yaman, Iran, dan Laut Karibia bagian selatan.

Aksi-aksi militer tersebut terjadi meskipun ia telah berjanji menjadi "pembawa perdamaian dan pemersatu" selama menjabat.

Namun, nama baru ini memiliki akar sejarah. Departemen Pertahanan sebelumnya disebut Departemen Perang dari tahun 1789 hingga 1949.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Pengembangan Sektor...
Pengembangan Sektor Maritim di Indonesia Butuh Data yang Komprehensif
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved