Diancam UEA, Netanyahu Hapus Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Sabtu, 06 September 2025 - 00:01 WIB
loading...
Diancam UEA, Netanyahu...
Pemandangan umum dari kawasan Cebel al-Baba (Gunung Baba) setelah Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, menyetujui proyek E1 di Yerusalem pada 15 Agustus 2025. Foto/Issam Rimawi/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Media Israel melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghapus agenda aneksasi Tepi Barat dari agenda pemerintah pada hari Kamis (4/9/2025). Langkah ini menyusul peringatan langsung dari Uni Emirat Arab (UEA) bahwa rencana Israel tersebut akan membahayakan Perjanjian Abraham.

i24 News melaporkan pertemuan pemerintah tersebut telah dijadwalkan untuk membahas perluasan kedaulatan Israel atas sebagian besar wilayah Tepi Barat.

Namun, agenda diubah untuk berfokus pada situasi keamanan yang memburuk di wilayah Palestina, di tengah ekspektasi internasional bahwa isu pengakuan negara Palestina akan diangkat dalam pertemuan Majelis Umum PBB.

Saluran tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan peringatan UEA bahwa aneksasi merupakan "garis merah" yang mengancam Perjanjian Abraham menyebabkan Netanyahu menarik masalah tersebut dari diskusi kabinet hari Kamis.

I24 News juga mengutip pernyataan pejabat Israel yang mengatakan, "Uni Emirat Arab mendesak Netanyahu untuk membatalkan rencana membahas penerapan kedaulatan atas sebagian besar wilayah Tepi Barat, dengan peringatan aneksasi akan membahayakan perjanjian normalisasi yang dicapai pada tahun 2020."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Balas Dendam, Iran Klaim...
Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved