Trump Ubah Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang

Sabtu, 06 September 2025 - 06:35 WIB
loading...
A A A
Perubahan nama tersebut – menjadi Departemen Pertahanan – menyusul Perang Dunia II, ketika Kongres mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional tahun 1947, yang menggabungkan cabang-cabang militer AS di bawah satu departemen yang dipimpin oleh warga sipil.

Sejarawan mengatakan perubahan nama menjadi "Departemen Pertahanan" juga dimaksudkan untuk menandakan penekanan pada pencegahan perang di tengah ancaman baru kehancuran nuklir.

Pada upacara hari Jumat, Trump menyatakan perubahan nama terbaru ini terkait dengan minimnya kemenangan militer AS dalam beberapa dekade terakhir.

"Kita bisa saja memenangkan setiap perang, tetapi kita benar-benar memilih untuk bersikap sangat politis atau sadar. Dan kita hanya berjuang selamanya," ujar Trump, mungkin merefleksikan apa yang disebut "perang selamanya", seperti invasi AS ke Irak dan Afghanistan.

"Kita tidak akan benar-benar kalah. Kita hanya akan berjuang. Semacam seri. Kita tidak pernah ingin menang – perang yang, setiap perang, akan kita menangkan dengan mudah hanya dengan beberapa perubahan kecil," papar dia.

"Kematian Maksimum, Bukan Legalitas yang Suam-suam Kuku"


Sebagai hasil dari perintah eksekutif hari Jumat, menteri pertahanan AS juga akan disebut sebagai "menteri perang".

Pejabat yang saat ini menduduki jabatan tersebut, Kepala Pentagon Pete Hegseth, hadir di upacara penandatanganan, dan ia menyampaikan beberapa kata dukungan untuk pertukaran nama tersebut, dengan mengatakan hal itu membantu "memulihkan etos prajurit".

"Departemen Perang akan bertempur dengan tegas, bukan konflik tanpa akhir. Mereka akan bertempur untuk menang, bukan untuk tidak kalah," ujarnya.

Dia menjelaskan, "Kita akan menyerang, bukan hanya bertahan. Mematikan secara maksimal, bukan legalitas yang hambar. Berdampak kekerasan, tidak politis."

Trump telah melakukan beberapa perubahan nama sejak menjabat, termasuk menjuluki Teluk Meksiko sebagai "Teluk Amerika" dalam dokumen federal.

Ia juga telah membatalkan perubahan yang menyebabkan situs-situs militer dinamai menurut nama pejabat Konfederasi dengan nama baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved