Deretan Senjata Mengerikan yang Dipamerkan China: dari Rudal Nuklir hingga Jet Tempur Siluman J-35
Kamis, 04 September 2025 - 08:41 WIB
loading...
Dereten senjata mengerikan dipamerkan China dalam parade militer besar-besaran, salah satunya jet tempur siluman J-35. Foto/Screenshot video CGTN
A
A
A
BEIJING - China telah menyelenggarakan parade militer besar-besaran di sepanjang Changan Avenue di pusat kota Beijing, pada Rabu. Banyak senjata mengerikan telah dipamerekan di depan mata dunia untuk memperingati 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia II.
Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato dari mimbar Tiananmen dan kemudian memeriksa pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari sebuah mobil parade. Ini adalah parade militer besar ketiga di Lapangan Tiananmen yang disaksikan Xi sebagai presiden.
Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, duduk di mimbar, bersama para pejabat tinggi dan mantan pejabat tinggi serta para jenderal.
Baca Juga: Mikrofon Bocor, Putin dan Xi Jinping Ketahuan Bahas Transplantasi Organ dan Hidup Abadi
South China Morning Post, dalam laporannya pada Kamis (4/9/2025), merinci aneka senjata mengerikan China dalam parade militer akbar kemarin.
Deretan Senjata Mengerikan Dipamerkan China
Rudal nuklir pertama Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang diluncurkan dari udara, JL-1, telah dipamerkan atas sebuah truk militer. Model ini jauh lebih kecil daripada rudal balistik antarbenua (ICBM) JL-3 yang diluncurkan dari kapal selam, yang juga ikut dipamerkan.
CCTV menyatakan bahwa kedua rudal ini, bersama dengan DF-61 dan DF-31, merupakan pertunjukan terkonsentrasi pertama dari kekuatan triad nuklir strategis darat, laut, dan udara PLA. "Yang merupakan senjata andalan strategis untuk menjaga kedaulatan nasional dan mempertahankan martabat nasional," bunyi siaran CCTV.
Ada ICBM DF-5C, yang dipuji blogger militer Ma Yan sebagai "pengirim pesan bahwa penangkalan strategis China kredibel, andal, dan memadai". DF-5C dilaporkan dapat membawa hingga 10 hulu ledak kendaraan re-entry yang dapat ditargetkan secara independen. "Artinya satu rudal dapat menargetkan 10 lokasi berbeda secara bersamaan," ujarnya.
Pasukan Roket PLA baru saja memperkenalkan DF-26D barunya, varian dari rudal balistik jarak menengah DF-26. Rudal ini dapat membawa hulu ledak nuklir dan konvensional dan dilaporkan memiliki jangkauan hingga 5.000 km (3.107 mil).
Ada juga DF-26D, yang dijuluki sebagai rudal "Pembunuh Guam" karena dapat digunakan untuk menargetkan pangkalan militer AS di Guam.
Yang tak kalah mengerikan adalah DF-17. Rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dan dapat bergerak di jalan raya ini membawa wahana luncur hipersonik DF-ZF. Sistem ini dirancang untuk mengalahkan pertahanan rudal berlapis melalui lintasan terbangnya yang berkecepatan tinggi dan tak terduga. DF-17 dilaporkan memiliki jangkauan operasional 1.800 km (1.118 mil) hingga 2.500 km (1.553 mil) dan dapat mencapai kecepatan antara Mach 5 hingga Mach 10.
Selanjutnya, YJ-21, sebuah rudal balistik antikapal hipersonik. Rudal ini, yang digunakan pada kapal perusak Tipe 055 dan pesawat pengebom H-6K, dapat diluncurkan dari laut maupun udara. Ia dlaporkan dapat mencapai kecepatan Mach 6 hingga Mach 10 dan memiliki jangkauan operasional sekitar 1.500 km (930 mil).
Empat jenis pesawat berbasis kapal induk telah dipamerkan, termasuk jet tempur siluman J-35, dan J-15T ambil bagian dalam parade militer.
Jet tempur siluman lainnya, J-20, juga muncul dalam parade militer.
Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, J-15T dapat lepas landas menggunakan sistem peluncuran ketapel atau lompat ski. J-15DT adalah pesawat berbasis kapal induk untuk peperangan elektronik yang juga dapat diluncurkan menggunakan kedua sistem tersebut.
"Sedangkan J-35, pesawat tempur siluman terbaru berbasis kapal induk, merupakan peralatan penting bagi transisi Angkatan Laut dari pertahanan laut dekat ke pertahanan laut jauh," tulis Xinhua.
Yang dipamerkan adalah H-6J baru, varian Angkatan Laut modern dari pesawat pengebom jarak jauh H-6, yang dimodifikasi dari varian H-6K untuk digunakan dalam pasukan serang maritim Angkatan Udara PLA. Ia dirancang untuk menggantikan model H-6G yang lebih tua.
H-6J memiliki badan pesawat baru dengan mesin dan avionik yang di-upgrade, serta dipersenjatai dengan rudal jelajah antikapal supersonik YJ-12.
Jenis-jenis baru drone siluman yang dilengkapi AI (kecerdasan buatan) muncul dalam formasi tempur udara nirawak.
Ini termasuk drone terintegrasi untuk pengintaian dan penyerangan, wingman nirawak, pesawat tempur udara nirawak, dan helikopter nirawak berbasis kapal.
Sistem ini dapat melakukan serangan siluman, mencakup area yang luas, dan membentuk kawanan otonom.
Empat drone siluman berkecepatan tinggi baru yang dipamerkan selama parade tersebut memiliki ciri khas ukurannya yang lebih besar, kemampuan siluman yang ditingkatkan, dan multifungsi, menurut seorang blogger militer bernama Korolev di platform media sosial China, Weibo.
“Dunia luar dapat dengan jelas melihat ‘kemajuan eksplosif’ China di bidang drone tempur,” tulisnya.
Pesawat angkut militer Y-20A dan varian Y-20B yang telah di-upgrade—aset utama dalam kemampuan angkut udara strategis PLA —terlihat dalam formasi gabungan.
Y-20A adalah model produksi awal, yang ditenagai oleh mesin D-30KP-2 buatan Rusia, sementara Y-20B adalah versi yang lebih canggih yang dilengkapi dengan mesin turbofan WS-20 produksi dalam negeri.
KJ-500A dan KJ-600, pesawat peringatan dini udara generasi terbaru China, turut meramaikan parade militer akbar. KJ-500A menyempurnakan KJ-500 melalui kapasitas pengisian bahan bakar di udara dan elektronik radar yang lebih efisien.
Pesawat-pesawat tersebut menggunakan rangka pesawat Y-9 dan dapat melacak 100 target sambil terhubung dengan platform lain. Dengan lebih dari 60 pesawat yang beroperasi, pesawat-pesawat ini membentuk armada pengawasan garis depan PLA.
Melayani debut paradenya, KJ-600 adalah pesawat AWACS berbasis kapal induk pertama China, yang dirancang khusus untuk kapal induk Tipe 003 Fujian. Kubah radar ekor empat dan punggungnya menyerupai desain E-2 Hawkeye milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Pesawat ini menawarkan kewaspadaan situasional jarak jauh bagi kelompok kapal induk hingga lebih dari 1.200 km.
China kini memamerkan rudal jelajah hipersonik jarak jauh CJ-1000 yang baru. Meskipun sedikit informasi yang tersedia untuk umum, rudal ini diyakini memiliki desain yang mirip dengan DF-100 yang diluncurkan pada Oktober 2019, dengan jangkauan beberapa ribu kilometer antara rudal balistik menengah dan antarbenua, sehingga cocok untuk kemampuan serangan jarak jauh strategis.
Sistem pertahanan rudal HQ-20 andalan China dimunculkan dalam parade militer. Sistem ini tampaknya memiliki peluncur erektor transporter delapan roda yang dapat membawa setidaknya delapan pencegat. Desainnya pun mirip dengan sistem HQ-9, tetapi dengan pencegat yang lebih kecil.
HQ-22A juga muncul. Ini adalah varian dari sistem pertahanan udara jarak menengah hingga jauh HQ-22. Sistem ini memiliki jangkauan operasional hingga 170 km (105 mil) dan dapat menyerang berbagai target udara termasuk pesawat, rudal, dan drone. Detail varian ini belum dipublikasikan, tetapi kemungkinan akan memiliki penanggulangan elektronik yang lebih baik dan kemampuan serangan target yang diperluas.
Yang juga terlihat untuk pertama kalinya adalah HQ-9C, varian dari sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh HQ-9 dengan radar homing semi-aktif. Sistem ini diyakini merupakan peningkatan dari HQ-9B. Seri HQ-9 didasarkan pada sistem S-300 Rusia dan memiliki jangkauan maksimum lebih dari 250 km (155 mil).
China memamerkan PHL-16, juga dikenal sebagai PCL-191, sebuah peluncur roket ganda. Senjata ini disebut sebagai versi China dari Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Lockheed Martin Amerika Serikat yang telah dibeli dan dikerahkan Taiwan. PHL-16 diperkirakan memainkan peran penting dalam potensi kontingensi di Selat Taiwan karena kemampuan serangan jarak jauhnya.
Tank tempur utama Tipe 99B telah memulai debutnya. Ini adalah varian terbaru dari tank generasi ketiga China, seri Tipe 99. Versi 99A berbobot 55 ton dan menggunakan meriam kaliber 125 mm. Tank ini juga memiliki sistem proteksi aktif, termasuk laser defensif untuk menargetkan kendaraan darat dan helikopter. Tipe 99A telah digunakan dalam latihan militer di medan dataran tinggi seperti dataran tinggi Tibet di dekat perbatasan Tiongkok yang disengketakan dengan India.
Varian Tipe 99B dilaporkan terlihat September lalu dengan dua peluncur proyektil APS dan empat radar pengendali tembakan, yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan ancaman, termasuk drone.
Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato dari mimbar Tiananmen dan kemudian memeriksa pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari sebuah mobil parade. Ini adalah parade militer besar ketiga di Lapangan Tiananmen yang disaksikan Xi sebagai presiden.
Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, duduk di mimbar, bersama para pejabat tinggi dan mantan pejabat tinggi serta para jenderal.
Baca Juga: Mikrofon Bocor, Putin dan Xi Jinping Ketahuan Bahas Transplantasi Organ dan Hidup Abadi
South China Morning Post, dalam laporannya pada Kamis (4/9/2025), merinci aneka senjata mengerikan China dalam parade militer akbar kemarin.
Deretan Senjata Mengerikan Dipamerkan China
1. Rudal-rudal Nuklir Strategis
Rudal nuklir pertama Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang diluncurkan dari udara, JL-1, telah dipamerkan atas sebuah truk militer. Model ini jauh lebih kecil daripada rudal balistik antarbenua (ICBM) JL-3 yang diluncurkan dari kapal selam, yang juga ikut dipamerkan.
CCTV menyatakan bahwa kedua rudal ini, bersama dengan DF-61 dan DF-31, merupakan pertunjukan terkonsentrasi pertama dari kekuatan triad nuklir strategis darat, laut, dan udara PLA. "Yang merupakan senjata andalan strategis untuk menjaga kedaulatan nasional dan mempertahankan martabat nasional," bunyi siaran CCTV.
Ada ICBM DF-5C, yang dipuji blogger militer Ma Yan sebagai "pengirim pesan bahwa penangkalan strategis China kredibel, andal, dan memadai". DF-5C dilaporkan dapat membawa hingga 10 hulu ledak kendaraan re-entry yang dapat ditargetkan secara independen. "Artinya satu rudal dapat menargetkan 10 lokasi berbeda secara bersamaan," ujarnya.
Pasukan Roket PLA baru saja memperkenalkan DF-26D barunya, varian dari rudal balistik jarak menengah DF-26. Rudal ini dapat membawa hulu ledak nuklir dan konvensional dan dilaporkan memiliki jangkauan hingga 5.000 km (3.107 mil).
Ada juga DF-26D, yang dijuluki sebagai rudal "Pembunuh Guam" karena dapat digunakan untuk menargetkan pangkalan militer AS di Guam.
Yang tak kalah mengerikan adalah DF-17. Rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dan dapat bergerak di jalan raya ini membawa wahana luncur hipersonik DF-ZF. Sistem ini dirancang untuk mengalahkan pertahanan rudal berlapis melalui lintasan terbangnya yang berkecepatan tinggi dan tak terduga. DF-17 dilaporkan memiliki jangkauan operasional 1.800 km (1.118 mil) hingga 2.500 km (1.553 mil) dan dapat mencapai kecepatan antara Mach 5 hingga Mach 10.
Selanjutnya, YJ-21, sebuah rudal balistik antikapal hipersonik. Rudal ini, yang digunakan pada kapal perusak Tipe 055 dan pesawat pengebom H-6K, dapat diluncurkan dari laut maupun udara. Ia dlaporkan dapat mencapai kecepatan Mach 6 hingga Mach 10 dan memiliki jangkauan operasional sekitar 1.500 km (930 mil).
2. Jet Tempur Siluman J-35
Empat jenis pesawat berbasis kapal induk telah dipamerkan, termasuk jet tempur siluman J-35, dan J-15T ambil bagian dalam parade militer.
Jet tempur siluman lainnya, J-20, juga muncul dalam parade militer.
Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, J-15T dapat lepas landas menggunakan sistem peluncuran ketapel atau lompat ski. J-15DT adalah pesawat berbasis kapal induk untuk peperangan elektronik yang juga dapat diluncurkan menggunakan kedua sistem tersebut.
"Sedangkan J-35, pesawat tempur siluman terbaru berbasis kapal induk, merupakan peralatan penting bagi transisi Angkatan Laut dari pertahanan laut dekat ke pertahanan laut jauh," tulis Xinhua.
3. Pesawat Pengebom Jarak Jauh H-6J
Yang dipamerkan adalah H-6J baru, varian Angkatan Laut modern dari pesawat pengebom jarak jauh H-6, yang dimodifikasi dari varian H-6K untuk digunakan dalam pasukan serang maritim Angkatan Udara PLA. Ia dirancang untuk menggantikan model H-6G yang lebih tua.
H-6J memiliki badan pesawat baru dengan mesin dan avionik yang di-upgrade, serta dipersenjatai dengan rudal jelajah antikapal supersonik YJ-12.
4. Drone-drone Siluman Dilengkapi AI
Jenis-jenis baru drone siluman yang dilengkapi AI (kecerdasan buatan) muncul dalam formasi tempur udara nirawak.
Ini termasuk drone terintegrasi untuk pengintaian dan penyerangan, wingman nirawak, pesawat tempur udara nirawak, dan helikopter nirawak berbasis kapal.
Sistem ini dapat melakukan serangan siluman, mencakup area yang luas, dan membentuk kawanan otonom.
Empat drone siluman berkecepatan tinggi baru yang dipamerkan selama parade tersebut memiliki ciri khas ukurannya yang lebih besar, kemampuan siluman yang ditingkatkan, dan multifungsi, menurut seorang blogger militer bernama Korolev di platform media sosial China, Weibo.
“Dunia luar dapat dengan jelas melihat ‘kemajuan eksplosif’ China di bidang drone tempur,” tulisnya.
5. Pesawat Angkut
Pesawat angkut militer Y-20A dan varian Y-20B yang telah di-upgrade—aset utama dalam kemampuan angkut udara strategis PLA —terlihat dalam formasi gabungan.
Y-20A adalah model produksi awal, yang ditenagai oleh mesin D-30KP-2 buatan Rusia, sementara Y-20B adalah versi yang lebih canggih yang dilengkapi dengan mesin turbofan WS-20 produksi dalam negeri.
6. Pesawat Peringatan Dini Udara
KJ-500A dan KJ-600, pesawat peringatan dini udara generasi terbaru China, turut meramaikan parade militer akbar. KJ-500A menyempurnakan KJ-500 melalui kapasitas pengisian bahan bakar di udara dan elektronik radar yang lebih efisien.
Pesawat-pesawat tersebut menggunakan rangka pesawat Y-9 dan dapat melacak 100 target sambil terhubung dengan platform lain. Dengan lebih dari 60 pesawat yang beroperasi, pesawat-pesawat ini membentuk armada pengawasan garis depan PLA.
Melayani debut paradenya, KJ-600 adalah pesawat AWACS berbasis kapal induk pertama China, yang dirancang khusus untuk kapal induk Tipe 003 Fujian. Kubah radar ekor empat dan punggungnya menyerupai desain E-2 Hawkeye milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Pesawat ini menawarkan kewaspadaan situasional jarak jauh bagi kelompok kapal induk hingga lebih dari 1.200 km.
7. Rudal Jelajah Hipersonik Jarak Jauh CJ-1000
China kini memamerkan rudal jelajah hipersonik jarak jauh CJ-1000 yang baru. Meskipun sedikit informasi yang tersedia untuk umum, rudal ini diyakini memiliki desain yang mirip dengan DF-100 yang diluncurkan pada Oktober 2019, dengan jangkauan beberapa ribu kilometer antara rudal balistik menengah dan antarbenua, sehingga cocok untuk kemampuan serangan jarak jauh strategis.
8. Sistem Pertahanan Rudal HQ-20
Sistem pertahanan rudal HQ-20 andalan China dimunculkan dalam parade militer. Sistem ini tampaknya memiliki peluncur erektor transporter delapan roda yang dapat membawa setidaknya delapan pencegat. Desainnya pun mirip dengan sistem HQ-9, tetapi dengan pencegat yang lebih kecil.
HQ-22A juga muncul. Ini adalah varian dari sistem pertahanan udara jarak menengah hingga jauh HQ-22. Sistem ini memiliki jangkauan operasional hingga 170 km (105 mil) dan dapat menyerang berbagai target udara termasuk pesawat, rudal, dan drone. Detail varian ini belum dipublikasikan, tetapi kemungkinan akan memiliki penanggulangan elektronik yang lebih baik dan kemampuan serangan target yang diperluas.
Yang juga terlihat untuk pertama kalinya adalah HQ-9C, varian dari sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh HQ-9 dengan radar homing semi-aktif. Sistem ini diyakini merupakan peningkatan dari HQ-9B. Seri HQ-9 didasarkan pada sistem S-300 Rusia dan memiliki jangkauan maksimum lebih dari 250 km (155 mil).
9. HIMARS ala China
China memamerkan PHL-16, juga dikenal sebagai PCL-191, sebuah peluncur roket ganda. Senjata ini disebut sebagai versi China dari Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Lockheed Martin Amerika Serikat yang telah dibeli dan dikerahkan Taiwan. PHL-16 diperkirakan memainkan peran penting dalam potensi kontingensi di Selat Taiwan karena kemampuan serangan jarak jauhnya.
10. Tank Tempur 99B
Tank tempur utama Tipe 99B telah memulai debutnya. Ini adalah varian terbaru dari tank generasi ketiga China, seri Tipe 99. Versi 99A berbobot 55 ton dan menggunakan meriam kaliber 125 mm. Tank ini juga memiliki sistem proteksi aktif, termasuk laser defensif untuk menargetkan kendaraan darat dan helikopter. Tipe 99A telah digunakan dalam latihan militer di medan dataran tinggi seperti dataran tinggi Tibet di dekat perbatasan Tiongkok yang disengketakan dengan India.
Varian Tipe 99B dilaporkan terlihat September lalu dengan dua peluncur proyektil APS dan empat radar pengendali tembakan, yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan ancaman, termasuk drone.
(mas)
Lihat Juga :