4 Senjata yang Dipamerkan China pada Parade Militer, dari Robot Serigala dan Aneka Rudal Hipersonik
Kamis, 04 September 2025 - 02:05 WIB
loading...
A
A
A
"Pada akhirnya, inilah teater pencegahan: sebuah pesan yang kuat kepada kawan maupun lawan, namun pesan yang menyembunyikan banyak ketidakpastian sekaligus menampilkan kekuatan."
Rudal ini merupakan rudal jarak menengah yang, secara teori, dapat menghancurkan kelompok penyerang pesawat—atau pangkalan AS—di Pasifik.
Julukannya mengacu pada wilayah AS, Guam, yang menjadi lokasi pangkalan militer utama dan akan berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi operasi militer AS di Pasifik jika terjadi konflik dengan Tiongkok.
DF-26D disebut-sebut cukup lincah untuk menghindari sistem anti-rudal Thaad dan Patriot milik AS.
Baca Juga: Kapal Selam Rp6,9 Triliun Thailand Gunakan Mesin China yang Belum Teruji
PLA telah memulai program modernisasi militer yang ekstensif yang telah membuatnya mengejar ketertinggalan—dan dalam beberapa hal—menyalip Amerika Serikat. Rudal hipersonik yang melaju lebih dari lima kali kecepatan suara adalah salah satu bidang di mana Tiongkok memimpin dunia.
Sidharth Kaushal, pakar rudal terkemuka di lembaga riset RUSI London, menyoroti YJ-17—kendaraan luncur hipersonik—dan YJ-19, rudal jelajah hipersonik.
China juga telah berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan dan senjata otonom. Salah satu contohnya adalah AJX002—sebuah pesawat tanpa awak (drone) bawah air raksasa berkemampuan nuklir sepanjang 60 kaki (18 m).
Persenjataan nuklir China —yang jumlahnya mencapai ratusan rudal—masih jauh tertinggal dari Rusia dan AS yang sama-sama memiliki ribuan rudal, tetapi persenjataannya terus bertambah besar dan menemukan cara-cara inovatif untuk mengirimkan hulu ledaknya.
4 Senjata yang Dipamerkan China pada Parade Militer, dari Robot Serigala dan Aneka Rudal Hipersonik
1. "Guam Killer" Dongfeng (DF)-26D
Melansir BBC, rudal lain yang muncul di parade tersebut adalah rudal yang disebut "Guam Killer" Dongfeng (DF)-26D.Rudal ini merupakan rudal jarak menengah yang, secara teori, dapat menghancurkan kelompok penyerang pesawat—atau pangkalan AS—di Pasifik.
Julukannya mengacu pada wilayah AS, Guam, yang menjadi lokasi pangkalan militer utama dan akan berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi operasi militer AS di Pasifik jika terjadi konflik dengan Tiongkok.
DF-26D disebut-sebut cukup lincah untuk menghindari sistem anti-rudal Thaad dan Patriot milik AS.
Baca Juga: Kapal Selam Rp6,9 Triliun Thailand Gunakan Mesin China yang Belum Teruji
2. YJ-17
Melansir BBC, dari torpedo bawah air yang besar hingga senjata laser canggih yang dapat menembak jatuh drone, parade militer terbaru Tiongkok kini akan dijabarkan dan dianalisis oleh para ahli Pentagon dan pejabat pertahanan di seluruh dunia.PLA telah memulai program modernisasi militer yang ekstensif yang telah membuatnya mengejar ketertinggalan—dan dalam beberapa hal—menyalip Amerika Serikat. Rudal hipersonik yang melaju lebih dari lima kali kecepatan suara adalah salah satu bidang di mana Tiongkok memimpin dunia.
Sidharth Kaushal, pakar rudal terkemuka di lembaga riset RUSI London, menyoroti YJ-17—kendaraan luncur hipersonik—dan YJ-19, rudal jelajah hipersonik.
China juga telah berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan dan senjata otonom. Salah satu contohnya adalah AJX002—sebuah pesawat tanpa awak (drone) bawah air raksasa berkemampuan nuklir sepanjang 60 kaki (18 m).
Persenjataan nuklir China —yang jumlahnya mencapai ratusan rudal—masih jauh tertinggal dari Rusia dan AS yang sama-sama memiliki ribuan rudal, tetapi persenjataannya terus bertambah besar dan menemukan cara-cara inovatif untuk mengirimkan hulu ledaknya.
3. Robot Serigala
Temui senjata terbaru China —"robot serigala".Lihat Juga :