Pemimpin Korut Kim Jong-un Menyeberang ke China dengan Kereta Kuno yang Terkenal

Selasa, 02 September 2025 - 12:50 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan Reuters, ayah yang juga pendahulu Kim Jong-un, Kim Jong-il, dilaporkan enggan naik pesawat dan sangat bergantung pada kereta kuno tersebut.

Dalam satu contoh di tahun 2002, media pemerintah Rusia menunjukkan gambar kereta tersebut—berwarna hijau dengan garis-garis kuning—ketika Kim Jong-il mengunjungi Rusia selama periode singkat pelonggaran sanksi yang memungkinkan keterlibatan yang lebih besar dengan dunia luar.

Ayah dan kakek Kim Jong-un pernah menyelenggarakan makan malam mewah di luar negeri. Sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2002 oleh pejabat Rusia, Konstantin Pulikovsky, mengeklaim bahwa kereta tersebut membawa peti-peti anggur Bordeaux dan Beaujolais dari Paris, dan bahwa para penumpang menikmati lobster hidup dan barbekyu babi.

Namun, periode singkat keterbukaan dan kemewahan itu berakhir dengan cepat, dengan sanksi internasional yang kembali diberlakukan pada tahun 2003. Meskipun sangat sedikit informasi dari negara yang terisolasi itu yang sampai ke dunia luar sekarang, laporan menunjukkan kemiskinan dan kekurangan gizi yang parah di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Kereta kuno itu juga terkenal lambat dan keamanannya ketat. Kereta lapis baja tersebut sangat tebal sehingga hanya dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam, menurut laporan surat kabar Korea Selatan; Chosun Ilbo, pada 2009.

Kendaraan ini berisi ruang konferensi, ruang pertemuan, dan kamar tidur, serta dilengkapi koneksi telepon satelit dan televisi layar datar, imbuh laporan surat kabar tersebut saat itu. Pada masa Kim Jong-il, sekitar 20 stasiun dibangun untuk kereta keluarga ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved