Greta Thunberg: Bagaimana Mungkin Dunia Bungkam tentang Gaza
Minggu, 31 Agustus 2025 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Dua misi sebelumnya – pada bulan Juni dan Juli – dicegat oleh pasukan Israel, dengan para penumpang ditangkap, dibawa paksa ke Israel, dan kemudian dipaksa meninggalkan Israel.
Aktivis Swedia Greta Thunberg dan Anggota Parlemen Eropa Rima Hassan termasuk di antara mereka yang berada di kapal pertama, Madleen, pada bulan Juni. Amnesty International mengatakan Israel tidak memiliki dasar hukum untuk menyita kapal tersebut dan menuduhnya membahayakan penumpang.
Sekretaris Jenderal Amnesty, Agnes Callamard, menyebut misi Madleen sebagai "dakwaan atas kegagalan komunitas internasional untuk mengakhiri blokade Israel yang tidak manusiawi".
"Para aktivis tidak perlu mempertaruhkan nyawa mereka seandainya sekutu Israel menerjemahkan retorika mereka menjadi tindakan tegas untuk mengizinkan bantuan masuk ke Gaza," tambah Callamard.
Pada bulan Juli, kapal bantuan kedua menuju Gaza, Handala, disita oleh Israel saat membawa 21 aktivis, termasuk anggota parlemen Eropa Emma Fourreau dan anggota serikat buruh Tunisia Hatem Aouini.
Aktivis Swedia Greta Thunberg dan Anggota Parlemen Eropa Rima Hassan termasuk di antara mereka yang berada di kapal pertama, Madleen, pada bulan Juni. Amnesty International mengatakan Israel tidak memiliki dasar hukum untuk menyita kapal tersebut dan menuduhnya membahayakan penumpang.
Sekretaris Jenderal Amnesty, Agnes Callamard, menyebut misi Madleen sebagai "dakwaan atas kegagalan komunitas internasional untuk mengakhiri blokade Israel yang tidak manusiawi".
"Para aktivis tidak perlu mempertaruhkan nyawa mereka seandainya sekutu Israel menerjemahkan retorika mereka menjadi tindakan tegas untuk mengizinkan bantuan masuk ke Gaza," tambah Callamard.
Pada bulan Juli, kapal bantuan kedua menuju Gaza, Handala, disita oleh Israel saat membawa 21 aktivis, termasuk anggota parlemen Eropa Emma Fourreau dan anggota serikat buruh Tunisia Hatem Aouini.
(ahm)
Lihat Juga :