Kaja Kallas: Putin Tertawa saat Eropa Terperangkap dalam Jebakannya
Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:35 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin tertawa saat Eropa terperangkap dalam jebakannya. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - Kepala diplomasi Uni Eropa Kaja Kallas mengecam seruan agar Ukraina menyerahkan lahan, memperingatkan bahwa mereka terjebak dalam perangkap yang dibuat oleh Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Ia menuduh Moskow menghalangi perdamaian, mengkritik pertemuan Trump dengan Putin di Alaska, mendesak sanksi yang lebih keras, dan menuntut jaminan keamanan yang berkelanjutan.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, telah memperingatkan bahwa seruan agar Ukraina menyerahkan wilayahnya kepada Rusia berisiko terjebak dalam "jebakan" yang dibuat oleh Vladimir Putin, menuduh pemimpin Kremlin tersebut tidak menunjukkan minat yang tulus terhadap perdamaian.
Dalam wawancara dengan BBC, kepala diplomasi Uni Eropa tersebut menepis anggapan bahwa Kyiv harus berkompromi terkait wilayah sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang tiga tahun, dan menegaskan bahwa Moskow belum memberikan "satu konsesi pun".
"Diskusi ini berfokus pada apa yang harus dikorbankan Ukraina, konsesi apa yang bersedia diberikan Ukraina, sementara kita lupa bahwa Rusia belum memberikan satu konsesi pun," ujarnya. "Merekalah yang menjadi agresor di sini, merekalah yang secara brutal menyerang negara lain dan membunuh orang."
Baca Juga: Ukraina Fokus Melemahkan Mesin Perang Rusia, Ini 4 Strateginya
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, telah memperingatkan bahwa seruan agar Ukraina menyerahkan wilayahnya kepada Rusia berisiko terjebak dalam "jebakan" yang dibuat oleh Vladimir Putin, menuduh pemimpin Kremlin tersebut tidak menunjukkan minat yang tulus terhadap perdamaian.
Dalam wawancara dengan BBC, kepala diplomasi Uni Eropa tersebut menepis anggapan bahwa Kyiv harus berkompromi terkait wilayah sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang tiga tahun, dan menegaskan bahwa Moskow belum memberikan "satu konsesi pun".
"Diskusi ini berfokus pada apa yang harus dikorbankan Ukraina, konsesi apa yang bersedia diberikan Ukraina, sementara kita lupa bahwa Rusia belum memberikan satu konsesi pun," ujarnya. "Merekalah yang menjadi agresor di sini, merekalah yang secara brutal menyerang negara lain dan membunuh orang."
Baca Juga: Ukraina Fokus Melemahkan Mesin Perang Rusia, Ini 4 Strateginya
Lihat Juga :