Kaja Kallas: Putin Tertawa saat Eropa Terperangkap dalam Jebakannya

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:35 WIB
loading...
A A A
Kallas berpendapat bahwa menghadiahkan Putin wilayah Ukraina hanya akan memicu agresi lebih lanjut. "Inilah jebakan yang Rusia ingin kita masuki," tegasnya.

Komentar tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pekan lalu bertemu Putin di Alaska sebelum menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan beberapa pemimpin Eropa di Gedung Putih – termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Meskipun Trump secara terbuka menyerukan diakhirinya pertempuran, Kallas mempertanyakan kesediaan Kremlin untuk terlibat.

"Rusia hanya berlambat-lambat. Jelas bahwa Rusia tidak menginginkan perdamaian," katanya. "Presiden Trump telah berulang kali mengatakan bahwa pembunuhan harus dihentikan dan Putin hanya tertawa, bukannya menghentikan pembunuhan, tetapi justru meningkatkan pembunuhan dan pemboman di Ukraina. Anda tidak mungkin bernegosiasi di bawah ancaman bom."

Politisi Estonia tersebut menggarisbawahi bahwa setiap proses perdamaian yang kredibel harus dimulai dengan gencatan senjata dan didasarkan pada jaminan jangka panjang bagi keamanan Ukraina. "Ini bukan sekadar gencatan senjata atau gencatan senjata, tetapi harus menjadi solusi jangka panjang... itulah sebabnya kami membahas jaminan keamanan agar Putin tidak mencoba lagi. AS perlu menjadi bagian darinya," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved