10 Negara Paling Toleran di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk?

Rabu, 27 Agustus 2025 - 11:26 WIB
loading...
10 Negara Paling Toleran...
Demonstran menentang kebijakan migran Uni Eropa di Amsterdam, Belanda. Foto/anadolu
A A A
AMSTERDAM - Di tengah pergolakan politik dan retorika eksklusif yang kadang menguat, ada negara-negara yang justru gemilang karena memeluk keberagaman dengan ramah. Negara-negara paling toleran ini bukan sekadar membuka pintu—mereka membiarkan siapa pun masuk, berdiri, dan bersuara dengan wajar tanpa takut dimarginalkan.

Toleransi mereka bukan sekadar slogan, tapi terpatri dalam kebijakan, budaya, dan keseharian warganya.

Berikut adalah 10 negara yang menjadi model ketika berbicara tentang harmoni, hak asasi, dan inklusivitas.

1. Kanada


Kanada dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat toleransi tertinggi di dunia, terutama dalam hal menerima imigran dan keberagaman budaya.

Laporan dari World Population Review dan Gallup World Poll menunjukkan lebih dari 70% penduduk Kanada mendukung imigrasi dan hak minoritas.

Kanada juga memiliki kebijakan multikulturalisme resmi, yang memungkinkan berbagai budaya hidup berdampingan tanpa harus melebur menjadi satu identitas dominan.

Di kota besar seperti Toronto, Montreal, dan Vancouver, ratusan bahasa digunakan, dan komunitas multietnis hidup dengan relatif damai.

Selain itu, Kanada juga menempati peringkat tinggi dalam Global Peace Index karena rendahnya konflik sosial dan kuatnya perlindungan terhadap kebebasan beragama, gender, dan orientasi seksual.

Pemerintah Kanada mendukung pernikahan sesama jenis sejak 2005, jauh sebelum banyak negara lain.

Toleransi ini menjadikan Kanada sebagai destinasi utama bagi para pencari suaka, imigran, maupun ekspatriat yang mencari lingkungan hidup yang aman dan inklusif.

2. Swedia


Swedia sering disebut sebagai negara paling progresif dalam hal toleransi dan kesetaraan. Menurut OECD Better Life Index, Swedia memiliki sistem hukum yang kuat untuk melindungi kebebasan individu, termasuk hak LGBTQ+, kesetaraan gender, dan kebebasan beragama.

Warga Swedia sangat terbuka terhadap perbedaan, dan survei dari Gallup World Poll mencatat tingkat penerimaan imigran yang tinggi.

Negara ini juga menjadi salah satu pelopor dalam menerima pengungsi, terutama dari Timur Tengah dan Afrika.

Selain faktor kebijakan, budaya egalitarian yang melekat dalam masyarakat Swedia ikut memperkuat toleransi.

Mereka menekankan prinsip lagom (keseimbangan) dan solidaritas sosial, sehingga diskriminasi dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap norma sosial.

Laporan World Happiness Report juga menempatkan Swedia dalam jajaran 10 besar negara paling bahagia, yang salah satu faktornya adalah rasa aman dan diterimanya semua individu tanpa memandang latar belakang.

3. Belanda


Belanda sudah lama dikenal sebagai negara pionir dalam toleransi, terutama dalam kebebasan beragama, gaya hidup, dan seksualitas.

Pada 2001, Belanda menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Menurut Human Rights Watch dan laporan European Union Agency for Fundamental Rights (FRA), Belanda memiliki sistem hukum yang sangat melindungi minoritas.

Selain itu, Amsterdam dikenal dengan sebutan "kota paling liberal di Eropa" karena sikap terbukanya terhadap berbagai ekspresi budaya dan identitas.

Toleransi Belanda berakar dari sejarahnya sebagai pusat perdagangan internasional sejak abad ke-17, di mana berbagai bangsa dan agama datang dan menetap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Provinsi Kaya Minyak...
Provinsi Kaya Minyak di Kanada Ini Gelar Referendum untuk Cerai dari Kanada, Ini Alasan Utamanya
Dunia Kutuk Perlakuan...
Dunia Kutuk Perlakuan Keji Israel terhadap Aktivis Armada Bantuan Gaza
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved