Siapa Lucky Karim? Gadis Cantik Rohingya yang Jadi Pembawa Pesan Perdamaian

Minggu, 24 Agustus 2025 - 19:39 WIB
loading...
A A A
BacaJuga: Presiden Iran: Tanpa Kemampuan Rudal, Iran Bisa Hadapi Nasib Seperti Gaza

2. Pernah Mengungsi di Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia

Lucky ditempatkan di permukiman pengungsi yang luas di Cox's Bazar di Bangladesh selatan. Kini, permukiman itu menjadi kamp terbesar di dunia, menampung lebih dari satu juta orang Rohingya.

Ia termasuk di antara lebih dari satu juta warga Rohingya yang telah dianiaya karena menjadi Muslim dan minoritas di Myanmar. Sejak 1983, Myanmar, negara mayoritas Buddha, telah mencabut kewarganegaraan Muslim Rohingya, menjadikan mereka populasi tanpa kewarganegaraan terbesar di dunia.

Memasuki tahun kedelapan genosida terhadap Muslim Rohingya, penduduknya terus bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan untuk perlindungan, makanan, air, tempat tinggal, dan layanan kesehatan.

Dengan minimnya atau bahkan tanpa liputan media, kampanye brutal Myanmar terhadap Muslim Rohingya mencapai puncaknya pada Agustus 2024, menurut Institut Perdamaian Amerika Serikat, yang membuat suara-suara seperti Lucky semakin penting.

Selama hampir enam tahun, Lucky tinggal di sana, menolak membiarkan pengungsian mendefinisikan dirinya.

3. Bermigrasi ke AS

Bagi Lucky, tujuannya jelas: membantu komunitasnya dengan mendobrak batasan tempat berlindung dan membuat suaranya didengar.

Ia belajar bahasa Inggris dari para pekerja bantuan, menjadi sukarelawan di kelompok-kelompok kemanusiaan, dan menjadi penerjemah untuk PBB.

“Saya menyadari bahwa bahasa adalah salah satu alat yang ampuh bagi saya untuk mengomunikasikan kebutuhan masyarakat saya kepada para pembuat kebijakan, badan-badan PBB, pemerintah daerah, dan menerjemahkan serta menginterpretasikan bahasa-bahasa tersebut kepada orang asing, atau pemerintah daerah,” ujarnya.

Lucky mulai bekerja dengan Badan-badan PBB di kamp-kamp pengungsian pada usia 15 tahun di tahun 2018.

Pada usia tujuh belas tahun, ia menjadi salah satu perempuan Rohingya pertama di kamp-kamp yang cukup fasih untuk berbicara langsung dengan diplomat dan jurnalis. Ia mendaftar di Universitas Asia untuk Perempuan di Chittagong.

Tiga tahun kemudian, ia naik pesawat ke Chicago, dan ia memiliki tujuan dan visi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved