Siapa Lucky Karim? Gadis Cantik Rohingya yang Jadi Pembawa Pesan Perdamaian

Minggu, 24 Agustus 2025 - 19:39 WIB
loading...
Siapa Lucky Karim? Gadis...
Lucky Karim memperjuangan pesan perdamaian untuk kaum tertindas Rohingya. Foto/X/@Lucky2944576441
A A A
CHICAGO - Pada suatu malam di bulan Agustus 2017, Lucky Karim yang berusia empat belas tahun terbangun karena suara tembakan. Tembakannya begitu dekat sehingga ia bisa merasakannya di dadanya.

Di desanya, Maungdow, di Negara Bagian Rakhine, Myanmar , orang-orang telah belajar membaca kekerasan dari bunyinya. Terkadang kekerasan datang dalam semburan singkat, tetapi ini berbeda.

"Tembakan senjata terus-menerus terdengar di sekitar kami, dan mereka (militer) mulai membakar rumah kami tiga hari sebelum kami pergi," ujar Karim kepada TRT World melalui panggilan Zoom dari Chicago.

Militer Myanmar, yang didukung oleh kelompok Buddha, telah melancarkan kampanye brutal di Negara Bagian Rakhine, menewaskan ribuan warga sipil pribumi Rohingya, membakar seluruh desa, dan memaksa lebih dari 700.000 orang mengungsi ke negara tetangga Bangladesh, serta melakukan perjalanan berbahaya ke Indonesia dan Malaysia.

PBB kemudian menyebut serangan tahun 2017 sebagai "contoh nyata pembersihan etnis." Kelompok hak asasi manusia memiliki istilah yang lebih gamblang: genosida.

Siapa Lucky Karim? Gadis Cantik Rohingya yang Jadi Pembawa Pesan Perdamaian

1. Melarikan Diri dari Serangan Rezim Junt Myanmar

Mengenang malam ketika ia dan keluarganya meninggalkan rumah mereka pada 25 Agustus 2017, keluarga Lucky berpikir mereka mungkin akan bersembunyi di hutan selama beberapa hari, seperti sebelumnya, lalu kembali.

"Kami pikir orang-orang hanya akan bersembunyi di suatu tempat di sekitar sini dan kami akan kembali ke rumah setelah satu atau dua hari," katanya. “Karena inilah yang telah kami alami berkali-kali dalam hidup kami di Negara Bagian Rakhine.”

Sebaliknya, mereka berjalan kaki, tujuh hari di tengah hujan, mengikuti sekelompok penduduk desa yang bergerak lambat menuju perbatasan Bangladesh.

Progres berjalan sangat lambat, karena hanya satu orang yang bisa melintasi perbatasan pada satu waktu. Mereka harus menunggu hingga pukul 3 pagi, ketika tentara dan pejabat sedang tidur, untuk bisa melewati perbatasan dengan tenang.

“Kami membutuhkan waktu hampir tiga bulan untuk menetap dan menemukan tempat berlindung sendiri, lalu menerima jatah makanan dari Program Pangan Dunia,” ujarnya.

Dan ketika mereka melintasi perbatasan, satu-satunya hal yang menunggu mereka hanyalah ketidakpastian dan lahan kosong tanpa tempat berlindung atau mata pencaharian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
Presiden Prabowo ke...
Presiden Prabowo ke PM Wong: Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved