Turki Sukses Uji Coba Drone Simsek, Apa Saja Kelebihannya?
Minggu, 24 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
BacaJuga: Mesir Berikan Izin Tinggal pada Para Pemimpin Utama Jihad Islam dan PFLP
Diluncurkan pada tahun 2023, Anka III dapat mencapai kecepatan Mach 0,7, terbang di ketinggian hingga 40.000 kaki, dan tetap mengudara selama 10 jam. Desain siluman dan stasiun senjata modularnya memungkinkan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
Dengan sistem terintegrasi seperti Super Şimşek, pesawat ini kini dapat berfungsi sebagai komandan misi multiplatform, yang mampu mengoordinasikan peperangan elektronik, pengintaian, dan serangan kinetik.
Program OKU terkait dengan upaya nasional yang lebih luas untuk menyelaraskan sistem tanpa awak seperti Anka III dengan platform berawak seperti pesawat tempur generasi kelima KAAN dan pesawat latih canggih Hürjet. Dengan membangun doktrin operasional terpadu, Turki bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup, mengurangi beban kerja pilot, dan memungkinkan kemampuan tempur terdesentralisasi yang digerakkan oleh AI.
2. Berkecepatan Tinggi
“Sistem berkecepatan tinggi dan berkecepatan tinggi ini menggarisbawahi kemampuan rekayasa canggih yang telah dicapai sektor pertahanan kita dalam teknologi nirawak,” kata Kepala Badan Industri Pertahanan, Haluk Görgün, di platform media sosial X.Diluncurkan pada tahun 2023, Anka III dapat mencapai kecepatan Mach 0,7, terbang di ketinggian hingga 40.000 kaki, dan tetap mengudara selama 10 jam. Desain siluman dan stasiun senjata modularnya memungkinkan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
Dengan sistem terintegrasi seperti Super Şimşek, pesawat ini kini dapat berfungsi sebagai komandan misi multiplatform, yang mampu mengoordinasikan peperangan elektronik, pengintaian, dan serangan kinetik.
3. Dengan Daya Jangkauan 700 Km
Awalnya dirancang sebagai drone target, Super Şimşek kini berfungsi sebagai senjata otonom serbaguna. Dengan kecepatan Mach 0,9, jangkauan 700 km, dan berbagai pilihan muatan termasuk bahan peledak tinggi, pengacau, dan umpan, pesawat ini dapat bertindak sebagai umpan, pengintai, atau drone peledak.Program OKU terkait dengan upaya nasional yang lebih luas untuk menyelaraskan sistem tanpa awak seperti Anka III dengan platform berawak seperti pesawat tempur generasi kelima KAAN dan pesawat latih canggih Hürjet. Dengan membangun doktrin operasional terpadu, Turki bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertahan hidup, mengurangi beban kerja pilot, dan memungkinkan kemampuan tempur terdesentralisasi yang digerakkan oleh AI.
(ahm)
Lihat Juga :