Kelaparan Resmi Dinyatakan di Gaza oleh Pemantau Global
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 17:00 WIB
loading...
Warga Palestina menunggu pembagian makanan hangat di Gaza. Foto/anadolu
A
A
A
GAZA - Kelaparan resmi dinyatakan di Gaza untuk pertama kalinya oleh Klasifikasi Fase Pangan Terpadu (IPC), pemantau kelaparan global yang didukung PBB. IPC merilis laporan pada Jumat pagi (22/8/2025).
Laporan itu menyatakan kelaparan sedang terjadi di Kota Gaza dan kota-kota sekitarnya, di wilayah yang dihuni sekitar 500.000 warga Palestina yang mengungsi.
Meskipun badan tersebut sebelumnya telah memperingatkan kelaparan akan segera terjadi di Gaza, IPC belum membuat pernyataan resmi.
IPC adalah sistem yang diakui secara global untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan kerawanan pangan.
Sejak dibentuk pada tahun 2004, IPC hanya menyatakan lima bencana kelaparan. Bencana kelaparan terbaru terjadi di Sudan tahun lalu.
Laporan tersebut menyatakan bencana kelaparan jika tiga kriteria terpenuhi: setidaknya 20% rumah tangga menghadapi kekurangan pangan yang ekstrem, setidaknya 30% anak-anak menderita malnutrisi akut, dan dua dari setiap 10.000 orang meninggal setiap hari karena "kelaparan total".
"Setelah 22 bulan konflik yang tak henti-hentinya, lebih dari setengah juta orang di Jalur Gaza menghadapi kondisi bencana, yang ditandai dengan kelaparan, kemelaratan, dan kematian," ungkap laporan IPC.
Ditambahkan, bencana kelaparan akan meluas ke wilayah Deir al-Balah, di Gaza tengah, dan Khan Younis, di Gaza selatan, pada akhir September berdasarkan proyeksi saat ini.
Israel telah memberlakukan blokade hampir total terhadap masuknya makanan dan bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak Maret.
Menurut PBB, seluruh penduduk balita di Jalur Gaza—lebih dari 320.000 anak—berisiko mengalami malnutrisi akut, akibat kurangnya air bersih, pengganti ASI, dan pemberian makanan terapeutik.
Baca juga: 10 Alasan Israel Selalu Gagal Menaklukkan Gaza
Laporan itu menyatakan kelaparan sedang terjadi di Kota Gaza dan kota-kota sekitarnya, di wilayah yang dihuni sekitar 500.000 warga Palestina yang mengungsi.
Meskipun badan tersebut sebelumnya telah memperingatkan kelaparan akan segera terjadi di Gaza, IPC belum membuat pernyataan resmi.
IPC adalah sistem yang diakui secara global untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan kerawanan pangan.
Sejak dibentuk pada tahun 2004, IPC hanya menyatakan lima bencana kelaparan. Bencana kelaparan terbaru terjadi di Sudan tahun lalu.
Laporan tersebut menyatakan bencana kelaparan jika tiga kriteria terpenuhi: setidaknya 20% rumah tangga menghadapi kekurangan pangan yang ekstrem, setidaknya 30% anak-anak menderita malnutrisi akut, dan dua dari setiap 10.000 orang meninggal setiap hari karena "kelaparan total".
"Setelah 22 bulan konflik yang tak henti-hentinya, lebih dari setengah juta orang di Jalur Gaza menghadapi kondisi bencana, yang ditandai dengan kelaparan, kemelaratan, dan kematian," ungkap laporan IPC.
Ditambahkan, bencana kelaparan akan meluas ke wilayah Deir al-Balah, di Gaza tengah, dan Khan Younis, di Gaza selatan, pada akhir September berdasarkan proyeksi saat ini.
Israel telah memberlakukan blokade hampir total terhadap masuknya makanan dan bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak Maret.
Menurut PBB, seluruh penduduk balita di Jalur Gaza—lebih dari 320.000 anak—berisiko mengalami malnutrisi akut, akibat kurangnya air bersih, pengganti ASI, dan pemberian makanan terapeutik.
Baca juga: 10 Alasan Israel Selalu Gagal Menaklukkan Gaza
(sya)
Lihat Juga :