10 Alasan Israel Selalu Gagal Menaklukkan Gaza

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 14:37 WIB
loading...
A A A
Hamas—dan jaringan faksi lain—tidak perlu “menang telak”; cukup bertahan, melukai, dan memaksa operasi Israel berputar untuk mencapai tujuan politiknya: kelangsungan eksistensi dan narasi perlawanan.

7. Kesenjangan Intelijen dan Adaptasi Lawan


Kampanye udara/ISR awal memang memukul target-target bernilai tinggi, namun Hamas beroperasi secara desentralisasi dan adaptif: komando berpindah ke bawah tanah, komunikasi berlapis, dan struktur sel yang luwes.

Setiap kali Israel menyatakan “membersihkan” wilayah tertentu, sel-sel baru dapat muncul dari poros yang belum tersentuh atau dari terowongan yang tidak terdeteksi.

Karena jaringan sipil dan militer melebur—gudang, pos komando, atau lubang akses berada dekat fasilitas sipil—akurasi intelijen tak serta merta menerjemah ke efek operasional yang bersih tanpa collateral.

Inilah alasan mengapa wilayah “dikuasai” sering kembali menjadi ajang kontak senjata beberapa minggu/bulan kemudian.

8. Variabel Eksternal: Tekanan Sekutu, Embargo Selektif, Opini Publik


Israel sangat bergantung pada dukungan diplomatik dan logistik sekutu. Ketika korban sipil melonjak, Washington pada beberapa momen 2024 meninjau/menahan pengiriman munisi tertentu (khususnya bom besar) terkait kekhawatiran operasi besar di Rafah; isu ini mencerminkan bagaimana kampanye Gaza tak bisa dipisah dari politik sekutu.

Selain AS, tekanan dari Eropa dan PBB—termasuk seruan gencatan senjata, evaluasi legal, dan dorongan “day after”—menciptakan pagar pembatas terhadap sejauh mana Israel dapat memperluas, memperdalam, dan memperlama operasi.

Hasilnya: kampanye sering diinterupsi jeda, negosiasi, dan kompromi yang memberi lawan waktu untuk beradaptasi.

9. Lingkaran Setan Kemanusiaan-Keamanan


Keruntuhan layanan dasar (air, pangan, kesehatan) dan perpindahan massal (berkali-kali) menambah penderitaan warga dan memicu kemarahan publik regional/global.

Krisis kemanusiaan besar juga memperumit operasi kontra-insurgensi: ketika penduduk menjadi lebih putus asa, kerja sama warga untuk memberi intel kepada pasukan asing/pendudukan turun; legitimasi aktor bersenjata lokal di sebagian komunitas justru bisa naik.

Sejumlah analisis menyimpulkan tanpa jalan keluar politik yang kredibel, operasi militer justru “menggiling” tanpa keputusan, sementara jaringan pro-Hamas dapat kembali merekrut dan menyusun ulang.

10. Politik Domestik Israel dan Kalkulus Keputusan


Perang panjang menggerus kesabaran publik dan meruncingkan perbedaan di elite Israel: antara prioritas membebaskan sandera vs mendorong ofensif lanjutan, antara ekspansi operasi vs menghindari isolasi internasional.

Ketika perhitungan politik domestik bercampur dengan keputusan militer, konsistensi strategi bisa terganggu—contoh: dorongan ofensif besar di Gaza City yang berjalan paralel dengan sinyal membuka kembali perundingan gencatan senjata/pertukaran sandera.

Ambivalensi seperti ini membuat lawan dapat bermain waktu, sementara pasukan di lapangan menghadapi siklus operasi yang melelahkan.

Baca juga: PM Israel Perintahkan Negosiasi untuk Bebaskan Seluruh Sandera dan Akhiri Perang Melawan Hamas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved