India Uji Rudal Agni-5 yang Mampu Hantam Wilayah Mana Pun di China
Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:54 WIB
loading...
India berhasil menguji tembak rudal balistik jarak menengah Agni-5 yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Misil ini juga mampu menyerang wilayah mana pun di China. Foto/The Hans India
A
A
A
NEW DELHI - India mengumumkan telah berhasil menguji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) Agni-5 yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Misil ini juga mampu menghantam wilayah mana pun di China.
Rudal Agni-5 berhasil diluncurkan di negara bagian Odisha, India timur, pada Rabu kemarin.
"Rudal balistik jarak menengah Agni-5 berhasil diuji tembak dari lapangan uji terpadu, Chandipur, Odisha pada 20 Agustus," kata Kementerian Pertahanan India.
Baca Juga: Panglima Militer Pakistan: Kami Negara Nuklir, Jika Kami Hancur, Separuh Dunia Juga Hancur
"Peluncuran ini memvalidasi semua parameter operasional dan teknis. Peluncuran ini dilaksanakan di bawah naungan Komando Pasukan Strategis," ujarnya.
Mengutip laporan AFP, Kamis (21/8/2025), Agni-5 adalah salah satu dari sejumlah rudal balistik jarak menengah dan pendek produksi dalam negeri yang ditujukan untuk meningkatkan postur pertahanannya melawan Pakistan, China.
India dan China, dua negara terpadat di dunia, merupakan rival sengit yang bersaing memperebutkan pengaruh di Asia Selatan dan hubungan mereka memburuk pada tahun 2020 setelah bentrokan perbatasan yang mematikan.
India juga merupakan bagian dari aliansi keamanan Quad bersama Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, yang dipandang sebagai lawan China.
Rival berat India; Pakistan, juga memiliki senjata nuklir dan kedua negara sempat berperang singkat pada bulan Mei setelah kelompok milisi bersenjata membantai 26 turis Hindu di Kashmir yang dikelola India—sebuah serangan yang oleh New Delhi didukung Islamabad. Pakistan membantah terlibat serangan tersebut.
Terjebak dalam perdagangan global dan turbulensi geopolitik yang dipicu oleh perang tarif Presiden AS Donald Trump, Delhi dan Beijing telah bergerak untuk memperbaiki hubungan.
Oktober lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada sebuah pertemuan puncak di Rusia.
Modi diperkirakan akan melakukan kunjungan pertamanya ke China sejak 2018 akhir bulan ini untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO)—sebuah blok keamanan regional.
Sementara itu, hubungan antara New Delhi dan Washington telah menegang akibat ultimatum Trump agar India mengakhiri pembelian minyak Rusia, sumber pendapatan utama bagi Moskow di tengah serangan militernya di Ukraina.
Amerika Serikat mengatakan akan menggandakan tarif impor baru untuk India dari 25 persen menjadi 50 persen pada 27 Agustus jika New Delhi tidak mengganti pemasok minyak mentah.
Rudal Agni-5 berhasil diluncurkan di negara bagian Odisha, India timur, pada Rabu kemarin.
"Rudal balistik jarak menengah Agni-5 berhasil diuji tembak dari lapangan uji terpadu, Chandipur, Odisha pada 20 Agustus," kata Kementerian Pertahanan India.
Baca Juga: Panglima Militer Pakistan: Kami Negara Nuklir, Jika Kami Hancur, Separuh Dunia Juga Hancur
"Peluncuran ini memvalidasi semua parameter operasional dan teknis. Peluncuran ini dilaksanakan di bawah naungan Komando Pasukan Strategis," ujarnya.
Mengutip laporan AFP, Kamis (21/8/2025), Agni-5 adalah salah satu dari sejumlah rudal balistik jarak menengah dan pendek produksi dalam negeri yang ditujukan untuk meningkatkan postur pertahanannya melawan Pakistan, China.
India dan China, dua negara terpadat di dunia, merupakan rival sengit yang bersaing memperebutkan pengaruh di Asia Selatan dan hubungan mereka memburuk pada tahun 2020 setelah bentrokan perbatasan yang mematikan.
India juga merupakan bagian dari aliansi keamanan Quad bersama Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, yang dipandang sebagai lawan China.
Rival berat India; Pakistan, juga memiliki senjata nuklir dan kedua negara sempat berperang singkat pada bulan Mei setelah kelompok milisi bersenjata membantai 26 turis Hindu di Kashmir yang dikelola India—sebuah serangan yang oleh New Delhi didukung Islamabad. Pakistan membantah terlibat serangan tersebut.
Terjebak dalam perdagangan global dan turbulensi geopolitik yang dipicu oleh perang tarif Presiden AS Donald Trump, Delhi dan Beijing telah bergerak untuk memperbaiki hubungan.
Oktober lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada sebuah pertemuan puncak di Rusia.
Modi diperkirakan akan melakukan kunjungan pertamanya ke China sejak 2018 akhir bulan ini untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO)—sebuah blok keamanan regional.
Sementara itu, hubungan antara New Delhi dan Washington telah menegang akibat ultimatum Trump agar India mengakhiri pembelian minyak Rusia, sumber pendapatan utama bagi Moskow di tengah serangan militernya di Ukraina.
Amerika Serikat mengatakan akan menggandakan tarif impor baru untuk India dari 25 persen menjadi 50 persen pada 27 Agustus jika New Delhi tidak mengganti pemasok minyak mentah.
(mas)
Lihat Juga :