Trump Klaim Perang Rusia-Ukraina Tak Lagi Menuju Perang Dunia III
Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:57 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump klaim perang Rusia-Ukraina sekarang tak lagi menuju Perang Dunia III. Foto/New York Times/Tyler Hicks
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dunia tidak lagi menghadapi prospek Perang Dunia III akibat dari perang Rusia-Ukraina. Dia mengeklaim berjasa atas pencegahan konflik global tersebut.
Trump sebelumnya telah berulang kali mengatakan bahwa ketegangan global mencapai puncaknya ketika hubungan antara Moskow dan Washington mencapai titik terendah selama masa jabatan mantan Presiden Joe Biden. Dia juga menuduh pendahulunya memprovokasi perang Rusia-Ukraina dengan mendukung ambisi Kyiv bergabung dengan NATO meskipun ada kekhawatiran yang sah dari Moskow.
Dalam podcast bersama pembawa acara radio Mark Levin, Trump mengatakan bahwa ketika dia menjabat awal tahun ini, perang Rusia-Ukraina sedang berkecamuk dan menuju Perang Dunia III.
Baca Juga: Trump Sebut Putin Bermain Api, Medvedev Langsung Warning Perang Dunia III
Namun, dia berpendapat, "Sekarang Anda tidak akan mengalaminya lagi."
"Itulah bagian yang menyenangkan. Anda tidak perlu khawatir tentang itu," kata Trump, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (21/8/2025).
Meski demikian, dia mengakui bahwa masih harus dilihat bagaimana tepatnya perang Rusia-Ukraina ini akan diselesaikan.
Sejak kembali menjabat, Trump telah mengambil pendekatan yang sangat berbeda terhadap Rusia dibandingkan dengan Biden. Dia telah membuka kembali saluran diplomatik tingkat tinggi dengan Moskow dan berkomunikasi langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pekan lalu, Trump menjamu Putin di Alaska untuk pembicaraan tatap muka pertama antara para pemimpin Amerika dan Rusia sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022. Pada hari Senin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan beberapa pemimpin Eropa tiba di Washington untuk berbicara dengan Trump.
Trump menggambarkan pembicaraannya dengan Putin sebagai "sangat produktif" dan mengatakan pertemuan tersebut telah membuat penyelesaian menjadi lebih realistis.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan, "Sekarang ada cahaya di ujung terowongan dan peluang untuk perdamaian abadi."
Para pejabat AS telah menekankan bahwa proses ini akan memakan waktu, tetapi bersikeras bahwa kemajuan telah dicapai.
Rusia secara konsisten menggambarkan perangnya melawan Ukraina sebagai perang proksi yang dilancarkan oleh Barat. Moskow menuduh NATO berusaha meningkatkan konfrontasi dan telah memperingatkan bahwa pengerahan pasukan Barat di Ukraina dapat berisiko memicu Perang Dunia III.
Di saat yang sama, para pejabat Rusia, termasuk Putin, telah berulang kali menyambut baik keinginan tulus Trump untuk mencapai perdamaian.
Trump sebelumnya telah berulang kali mengatakan bahwa ketegangan global mencapai puncaknya ketika hubungan antara Moskow dan Washington mencapai titik terendah selama masa jabatan mantan Presiden Joe Biden. Dia juga menuduh pendahulunya memprovokasi perang Rusia-Ukraina dengan mendukung ambisi Kyiv bergabung dengan NATO meskipun ada kekhawatiran yang sah dari Moskow.
Dalam podcast bersama pembawa acara radio Mark Levin, Trump mengatakan bahwa ketika dia menjabat awal tahun ini, perang Rusia-Ukraina sedang berkecamuk dan menuju Perang Dunia III.
Baca Juga: Trump Sebut Putin Bermain Api, Medvedev Langsung Warning Perang Dunia III
Namun, dia berpendapat, "Sekarang Anda tidak akan mengalaminya lagi."
"Itulah bagian yang menyenangkan. Anda tidak perlu khawatir tentang itu," kata Trump, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (21/8/2025).
Meski demikian, dia mengakui bahwa masih harus dilihat bagaimana tepatnya perang Rusia-Ukraina ini akan diselesaikan.
Sejak kembali menjabat, Trump telah mengambil pendekatan yang sangat berbeda terhadap Rusia dibandingkan dengan Biden. Dia telah membuka kembali saluran diplomatik tingkat tinggi dengan Moskow dan berkomunikasi langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pekan lalu, Trump menjamu Putin di Alaska untuk pembicaraan tatap muka pertama antara para pemimpin Amerika dan Rusia sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022. Pada hari Senin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan beberapa pemimpin Eropa tiba di Washington untuk berbicara dengan Trump.
Trump menggambarkan pembicaraannya dengan Putin sebagai "sangat produktif" dan mengatakan pertemuan tersebut telah membuat penyelesaian menjadi lebih realistis.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan, "Sekarang ada cahaya di ujung terowongan dan peluang untuk perdamaian abadi."
Para pejabat AS telah menekankan bahwa proses ini akan memakan waktu, tetapi bersikeras bahwa kemajuan telah dicapai.
Rusia secara konsisten menggambarkan perangnya melawan Ukraina sebagai perang proksi yang dilancarkan oleh Barat. Moskow menuduh NATO berusaha meningkatkan konfrontasi dan telah memperingatkan bahwa pengerahan pasukan Barat di Ukraina dapat berisiko memicu Perang Dunia III.
Di saat yang sama, para pejabat Rusia, termasuk Putin, telah berulang kali menyambut baik keinginan tulus Trump untuk mencapai perdamaian.
(mas)
Lihat Juga :