Israel Panggil 60.000 Tentara Cadangan Jelang Invasi Darat ke Gaza
Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat militer Israel tersebut mengatakan para komandan senior telah menyetujui rencana operasi "bertahap" dan "presisi" di dalam dan sekitar Kota Gaza, dan bahwa kepala staf, Letnan Jenderal Eyal Zamir, diperkirakan akan menyelesaikannya dalam beberapa hari mendatang.
Melansir BBC, lima divisi diperkirakan akan ambil bagian dalam serangan tersebut, menurut pejabat tersebut.
Surat kabar Haaretz mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Katz pada hari Selasa: "Setelah operasi selesai, Gaza akan berubah wajah dan tidak akan lagi terlihat seperti sebelumnya."
Ia juga dilaporkan menyetujui rencana untuk "menampung" penduduk Kota Gaza di selatan wilayah tersebut, termasuk wilayah pesisir al-Mawasi, tempat militer telah mulai membangun titik distribusi makanan tambahan dan rumah sakit lapangan.
BacaJuga: Mesir Bantah Usulan Penyerahan Senjata Hamas ke Kairo
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa tujuan militer adalah untuk mengamankan pembebasan semua sandera yang ditawan oleh Hamas dan "menyelesaikan kekalahan" kelompok bersenjata Palestina tersebut.
IDF juga mengumumkan pada hari Rabu bahwa Brigade Givati telah melanjutkan operasi di kota utara Jabalia dan di pinggiran Kota Gaza, di mana mereka mengatakan sedang "membongkar infrastruktur militer di atas dan di bawah tanah, membasmi teroris, dan mengonsolidasikan kendali operasional".
Dikatakan bahwa warga sipil diperintahkan untuk pindah ke selatan demi keselamatan mereka "untuk mengurangi risiko bahaya".
Juru bicara badan Pertahanan Sipil Hamas di Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Selasa bahwa situasi "sangat berbahaya dan tak tertahankan" di lingkungan Zeitoun dan Sabra di kota itu, di mana ia mengatakan "penembakan terus berlanjut secara berkala".
Melansir BBC, lima divisi diperkirakan akan ambil bagian dalam serangan tersebut, menurut pejabat tersebut.
Surat kabar Haaretz mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Katz pada hari Selasa: "Setelah operasi selesai, Gaza akan berubah wajah dan tidak akan lagi terlihat seperti sebelumnya."
Ia juga dilaporkan menyetujui rencana untuk "menampung" penduduk Kota Gaza di selatan wilayah tersebut, termasuk wilayah pesisir al-Mawasi, tempat militer telah mulai membangun titik distribusi makanan tambahan dan rumah sakit lapangan.
BacaJuga: Mesir Bantah Usulan Penyerahan Senjata Hamas ke Kairo
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa tujuan militer adalah untuk mengamankan pembebasan semua sandera yang ditawan oleh Hamas dan "menyelesaikan kekalahan" kelompok bersenjata Palestina tersebut.
IDF juga mengumumkan pada hari Rabu bahwa Brigade Givati telah melanjutkan operasi di kota utara Jabalia dan di pinggiran Kota Gaza, di mana mereka mengatakan sedang "membongkar infrastruktur militer di atas dan di bawah tanah, membasmi teroris, dan mengonsolidasikan kendali operasional".
Dikatakan bahwa warga sipil diperintahkan untuk pindah ke selatan demi keselamatan mereka "untuk mengurangi risiko bahaya".
Juru bicara badan Pertahanan Sipil Hamas di Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan kepada kantor berita AFP pada hari Selasa bahwa situasi "sangat berbahaya dan tak tertahankan" di lingkungan Zeitoun dan Sabra di kota itu, di mana ia mengatakan "penembakan terus berlanjut secara berkala".
Lihat Juga :