PM Netanyahu Tuduh Negara Tetangga Indonesia Ini Mengkhianati Israel
Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Selasa, AJA mengatakan Rothman masih akan hadir di acara pidato mereka secara virtual.
"Komunitas Yahudi tidak akan tunduk pada Tony Burke atau [Menteri Luar Negeri] Penny Wong," katanya dalam sebuah unggahan media sosial.
Australia mengumumkan pada awal Agustus bahwa mereka akan mengakui negara Palestina, dengan Perdana Menteri Albanese mengatakan pada saat itu bahwa Netanyahu "menyangkal" konsekuensi perang terhadap orang-orang yang tidak bersalah.
"Penghentian bantuan yang telah kita saksikan dan kemudian hilangnya nyawa yang kita saksikan di sekitar bantuan tersebut." "Titik-titik distribusi, tempat orang-orang yang mengantre makanan dan air kehilangan nyawa, benar-benar tidak dapat diterima," ujarnya.
Negara Palestina saat ini diakui oleh 147 dari 193 negara anggota PBB, dan pengumuman Australia muncul sekitar dua minggu setelah langkah serupa oleh Inggris, Prancis, dan Kanada.
Menanggapi hal ini, Netanyahu melancarkan serangan pedas terhadap para pemimpin ketiga negara tersebut, menuduh Sir Keir Starmer, Emmanuel Macron, dan Mark Carney berpihak pada "pembunuh massal, pemerkosa, pembunuh bayi, dan penculik".
Lebih dari 62.064 orang telah tewas akibat kampanye militer Israel sejak 7 Oktober, menurut kementerian kesehatan yang dipimpin Hamas.
Israel melancarkan serangan sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.
"Komunitas Yahudi tidak akan tunduk pada Tony Burke atau [Menteri Luar Negeri] Penny Wong," katanya dalam sebuah unggahan media sosial.
Australia mengumumkan pada awal Agustus bahwa mereka akan mengakui negara Palestina, dengan Perdana Menteri Albanese mengatakan pada saat itu bahwa Netanyahu "menyangkal" konsekuensi perang terhadap orang-orang yang tidak bersalah.
"Penghentian bantuan yang telah kita saksikan dan kemudian hilangnya nyawa yang kita saksikan di sekitar bantuan tersebut." "Titik-titik distribusi, tempat orang-orang yang mengantre makanan dan air kehilangan nyawa, benar-benar tidak dapat diterima," ujarnya.
Negara Palestina saat ini diakui oleh 147 dari 193 negara anggota PBB, dan pengumuman Australia muncul sekitar dua minggu setelah langkah serupa oleh Inggris, Prancis, dan Kanada.
Menanggapi hal ini, Netanyahu melancarkan serangan pedas terhadap para pemimpin ketiga negara tersebut, menuduh Sir Keir Starmer, Emmanuel Macron, dan Mark Carney berpihak pada "pembunuh massal, pemerkosa, pembunuh bayi, dan penculik".
Lebih dari 62.064 orang telah tewas akibat kampanye militer Israel sejak 7 Oktober, menurut kementerian kesehatan yang dipimpin Hamas.
Israel melancarkan serangan sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.
(ahm)
Lihat Juga :