5 Alasan Gencatan Senjata Gaza Terancam Gagal
Rabu, 20 Agustus 2025 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berada di tahap akhir mengalahkan Hamas dan tidak akan meninggalkan sandera."
Meskipun pernyataan tersebut bukan penolakan eksplisit terhadap proposal tersebut, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Israel mungkin ingin bernegosiasi lebih lanjut.
Netanyahu mengatakan dalam sebuah video pada hari Senin bahwa ia telah membahas dengan para komandan militer senior Israel "rencana mereka terkait Kota Gaza dan penyelesaian misi kami".
"Seperti Anda, saya mendengar laporan di media, dan dari sana Anda bisa mendapatkan satu kesan - Hamas berada di bawah tekanan yang sangat besar," tambahnya.
Perdana menteri sendiri menghadapi tekanan dari mitra koalisi sayap kanan ekstremnya yang ingin melanjutkan perang hingga Hamas kalah dan kemudian mencaplok Gaza.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan Israel tidak boleh menerima kesepakatan parsial "yang menelantarkan separuh sandera dan yang dapat menyebabkan penangguhan perang sebagai tanda kekalahan".
"Dilarang menyerah dan memberi jalan keluar bagi musuh," tambahnya.
Meskipun pernyataan tersebut bukan penolakan eksplisit terhadap proposal tersebut, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Israel mungkin ingin bernegosiasi lebih lanjut.
5. Israel Ingin Membebaskan Semua Sandera Gaza
Pada Sabtu malam, Kantor PM Menteri Netanyahu mengeluarkan pernyataan serupa yang menyatakan bahwa Israel hanya akan "menyetujui kesepakatan dengan syarat semua sandera dibebaskan sekaligus" dan bahwa syarat-syarat untuk mengakhiri perang tersebut meliputi pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Gaza, kendali Israel atas perimeter Gaza, dan pembentukan pemerintahan non-Hamas dan non-Otoritas Palestina.Netanyahu mengatakan dalam sebuah video pada hari Senin bahwa ia telah membahas dengan para komandan militer senior Israel "rencana mereka terkait Kota Gaza dan penyelesaian misi kami".
"Seperti Anda, saya mendengar laporan di media, dan dari sana Anda bisa mendapatkan satu kesan - Hamas berada di bawah tekanan yang sangat besar," tambahnya.
Perdana menteri sendiri menghadapi tekanan dari mitra koalisi sayap kanan ekstremnya yang ingin melanjutkan perang hingga Hamas kalah dan kemudian mencaplok Gaza.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan Israel tidak boleh menerima kesepakatan parsial "yang menelantarkan separuh sandera dan yang dapat menyebabkan penangguhan perang sebagai tanda kekalahan".
"Dilarang menyerah dan memberi jalan keluar bagi musuh," tambahnya.
(ahm)
Lihat Juga :