Delapan Juta Anak Putus Sekolah di Yaman Akibat Perang dan Covid-19
Jum'at, 11 September 2020 - 02:02 WIB
loading...
Seorang gadis memegang baju yang dipasang di depan papan tulis di sekolah di kota Taez, Yaman, 23 Juli 2020. Foto/AFP/Getty Images
A
A
A
TAEZ - Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan sekitar delapan juta anak putus sekolah di Yaman akibat perang dan pandemi virus corona.
UNICEF memberikan rincian dalam tweet dengan video awal pekan ini untuk memperingati Hari Literasi Internasional 2020.
“Sebelum Covid-19 memukul Yaman , lebih dari dua juta anak putus sekolah. Sekarang karena penutupan sekolah di penjuru negeri, ada lagi 5,8 juta anak yang putus pendidikan,” papar pernyataan UNICEF.
Lembaga PBB itu menambahkan, “Semakin lama anak jauh dari sekolah, semakin besar risiko yang mereka hadapi dan sedikit kemungkinannya mereka kembali.”
Laporan UNICEF pada Juni menjelaskan sebagian besar guru sekolah publik tidak dibayar lebih dari tiga tahun. “Sekitar 2.000 sekolah, satu dari delapan, tidak layak digunakan karena konflik, baik hancur, digunakan untuk tujuan militer atau diubah menjadi tempat penampungan orang yang mengungsi,” papar UNICEF.
UNICEF memberikan rincian dalam tweet dengan video awal pekan ini untuk memperingati Hari Literasi Internasional 2020.
“Sebelum Covid-19 memukul Yaman , lebih dari dua juta anak putus sekolah. Sekarang karena penutupan sekolah di penjuru negeri, ada lagi 5,8 juta anak yang putus pendidikan,” papar pernyataan UNICEF.
Lembaga PBB itu menambahkan, “Semakin lama anak jauh dari sekolah, semakin besar risiko yang mereka hadapi dan sedikit kemungkinannya mereka kembali.”
Laporan UNICEF pada Juni menjelaskan sebagian besar guru sekolah publik tidak dibayar lebih dari tiga tahun. “Sekitar 2.000 sekolah, satu dari delapan, tidak layak digunakan karena konflik, baik hancur, digunakan untuk tujuan militer atau diubah menjadi tempat penampungan orang yang mengungsi,” papar UNICEF.
Lihat Juga :