Zelensky Akan Terbang ke AS setelah Trump Bertemu Putin
Minggu, 17 Agustus 2025 - 06:08 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan terbang ke Washington untuk temui Presiden AS Donald Trump setelah Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska. Foto/president.gov.ua
A
A
A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengumumkan bahwa dia akan terbang ke Washington pada Senin (18/8/2025) untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden AS Donald Trump. Pengumuman Zelensky muncul setelah Trump melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat lalu.
Zelensky mengeklaim dia dan pemimpin AS tersebut telah melakukan "percakapan yang panjang dan bermakna" saat mereka membahas pertemuan puncak Trump dengan Putin. Dia mengatakan bahwa Trump telah memberitahunya tentang poin-poin utama dari diskusi tersebut.
“Saya akan membahas semua detail tentang mengakhiri pembunuhan dan perang, dengan Presiden Trump di Washington pada hari Senin. Terima kasih atas undangannya," kata Zelensky, seperti dikutip dari Russia Today.
Baca Juga: Langka, Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 AS Mengawal Putin Pulang
Trump kemudian mengonfirmasi kunjungan Zelensky yang akan datang tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial.
Putin menerima sambutan hangat di KTT Alaska, dengan kedua pemimpin memuji negosiasi tersebut sebagai sesuatu yang konstruktif.
Meskipun belum ada kesepakatan terkait perang Ukraina yang diumumkan, Trump kemudian mengatakan bahwa kedua belah pihak telah bergerak lebih dekat ke arah penyelesaian konflik. Dia kemudian mendesak Zelensky untuk "membuat kesepakatan".
Zelensky juga mengumumkan di Telegram bahwa dia mendukung usulan Trump untuk pertemuan trilateral antara AS, Rusia, dan Ukraina.
Ajudan Kremlin, Yury Ushakov, sebelumnya mengatakan bahwa Rusia dan AS belum membahas potensi pertemuan trilateral.
Pemimpin Ukraina juga menegaskan kembali bahwa Kyiv ingin para pendukungnya dari Eropa Barat terlibat di semua tahap perundingan untuk memastikan bahwa Ukraina menerima jaminan keamanan yang andal dari AS.
“Kami membahas sinyal positif dari pihak Amerika mengenai partisipasi dalam menjamin keamanan bagi Ukraina,” ujar Zelensky.
Kunjungan terakhir Zelensky ke Washington pada akhir Februari berakhir dengan "bencana" karena percakapannya dengan Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance berubah menjadi konfrontasi publik.
Trump saat itu menuduh Zelensky tidak menghormati dan "bertaruh dengan Perang Dunia III". Konferensi pers bersama dibatalkan, Zelensky segera diusir dari Gedung Putih, dan AS sempat menangguhkan bantuan militer ke Kyiv.
Zelensky mengeklaim dia dan pemimpin AS tersebut telah melakukan "percakapan yang panjang dan bermakna" saat mereka membahas pertemuan puncak Trump dengan Putin. Dia mengatakan bahwa Trump telah memberitahunya tentang poin-poin utama dari diskusi tersebut.
“Saya akan membahas semua detail tentang mengakhiri pembunuhan dan perang, dengan Presiden Trump di Washington pada hari Senin. Terima kasih atas undangannya," kata Zelensky, seperti dikutip dari Russia Today.
Baca Juga: Langka, Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 AS Mengawal Putin Pulang
Trump kemudian mengonfirmasi kunjungan Zelensky yang akan datang tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial.
Putin menerima sambutan hangat di KTT Alaska, dengan kedua pemimpin memuji negosiasi tersebut sebagai sesuatu yang konstruktif.
Meskipun belum ada kesepakatan terkait perang Ukraina yang diumumkan, Trump kemudian mengatakan bahwa kedua belah pihak telah bergerak lebih dekat ke arah penyelesaian konflik. Dia kemudian mendesak Zelensky untuk "membuat kesepakatan".
Zelensky juga mengumumkan di Telegram bahwa dia mendukung usulan Trump untuk pertemuan trilateral antara AS, Rusia, dan Ukraina.
Ajudan Kremlin, Yury Ushakov, sebelumnya mengatakan bahwa Rusia dan AS belum membahas potensi pertemuan trilateral.
Pemimpin Ukraina juga menegaskan kembali bahwa Kyiv ingin para pendukungnya dari Eropa Barat terlibat di semua tahap perundingan untuk memastikan bahwa Ukraina menerima jaminan keamanan yang andal dari AS.
“Kami membahas sinyal positif dari pihak Amerika mengenai partisipasi dalam menjamin keamanan bagi Ukraina,” ujar Zelensky.
Kunjungan terakhir Zelensky ke Washington pada akhir Februari berakhir dengan "bencana" karena percakapannya dengan Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance berubah menjadi konfrontasi publik.
Trump saat itu menuduh Zelensky tidak menghormati dan "bertaruh dengan Perang Dunia III". Konferensi pers bersama dibatalkan, Zelensky segera diusir dari Gedung Putih, dan AS sempat menangguhkan bantuan militer ke Kyiv.
(mas)
Lihat Juga :