Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang

Kamis, 14 Agustus 2025 - 17:01 WIB
loading...
Probiotik Menjadi Menu...
Makan siang bergizi di Sekolah Dasar Homei yang terletak di pinggiran Tokyo. Yakult menjadi salah satu menu yang disajikan. Foto/SindoNews/Pung Purwanto
A A A
TOKYO - Makan siang bergizi gratis di sekolah sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu di Jepang tepatnya sejak 1889. Awalnya bukan karena program pemerintah, tapi justru inisiatif dari sebuah sekolah swasta di Perfektur Yamagata yang tujuannya menyediakan makanan gratis bagi anak keluarga kurang mampu yang pergi ke sekolah tanpa bekal.

Karena dirasakan banyak manfaatnya, pemerintah Jepang pada 1954 secara resmi memberlakukan Undang Undang Makan Siang Sekolah untuk memastikan semua anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sehingga pogram makan siang di sekolah atau dikenal sebagai kyushoku menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di Jepang.

Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang


SindoNews berkesempatan melihat langsung pelaksanaan makan siang bergizi di sekolah bersama delegasi Yakult Indonesia dalam program 2025 Yakult Japan Tour for Journalist from Overseas beberapa waktu lalu. Selain rombongan dari Indonesia, ikut pula delegasi Yakult Australia, Filipina, China dan Singapura.

Dalam kesempatan ini selain jurnalis SindoNews, Yakult Indonesia juga mengikutsertakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nomensen Medan dr Leo Simanjuntak dan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dr Ade Jubaedah. Sedangkan dari Yakult Indonesia diwakili Direktur Company Relation Antonius Nababan dan Direktur Marketing Nao Komatsu.

Salah satu sekolah yang melaksanakan makan siang bergizi adalah Sekolah Dasar Homei yang terletak di pinggiran Tokyo. Di sekolah yang berafiliasi dengan Japan Women’s University ini, program makan siang sudah dimulai sejak 1938 dengan menu masakan dari ibu rumah tangga.

Disajikan dalam nasi kotak atau bento yang terdiri dari ikan salmon sebaga sumber protein, akar teratai, lobak, buah kumquat, dan acar. Seiring perjalanan waktu program makan siang semakin meningkat dengan menu dan standar gizi yang semakin baik. Program makan siang di SD Homei dilaksanakan 3 kali dalam sepekan, dengan dua kali bento dan sekali buffet atau prasmanan.

Lantas bagaimana menunya? Chiaki Okubo, ahli gizi sekolah Homei menjelaskan bahwa menu makan siang bagi anak-anak sekolah dibuat bervariasi baik menu Jepang, Western, atau China.

Sekolah juga sangat mengutamakan bahan bahan makanan dari wilayah setempat dengan pertimbangan gizi yang terukur dan rasa yang disukai anak anak. “Seperti menu hari ini yang bapak ibu saksikan. Yaitu nasi, kari nikujaga (daging dan kentang), salad dengan sup, dan satu cup yogurt produk Yakult,” ujar Okubo.

Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang


Okubo menambahkan, yogurt produk Yakult Honsa ini menjadi favorit anak sekolah dalam menu makan siang. Selain lembut dengan tekstur yang ringan, produk ini menjadi sumber kalsium yang sangat signifikan dan melengkapi sajian menu hari itu. Di samping itu, yogurt juga menjadi sumber probiotik yang memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan.

Di antaranya, menjaga kesehatan pencernaan, melawan bakteri jahat, membantu penyerapan nutrisi, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. “Menu makan siang yang sudah diatur sedemikian baik akan semakin sempurna jika ditambahkan makanan sumber probiotik yang berkualitas seperti produk Yakult ini,” tambah Okubo.

Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang


Tibalah waktu makan siang. Anak anak sekolah Homei masing masing mengambil piring kosong kemudian antre dengan tertib mengambil menu yang sudah disediakan di depan kelas. Setelah itu anak anak kembali ke temnpat duduk masing-masing untuk makan siang bersama. Guru kelas juga ikut dalam makan siang bersama ini dengan menu yang sama.

Setelah selesai mereka mengembalikan piring kosong ke tempat yang sudah disediakan. Nyaris tidak ada sisa makanan yang terbuang. Dari sini nampak bahwa program makan siang selain memastikan asupan gizi yang tepat, juga mendidik anak untuk berdisiplin dalam mengambil makanan dan memupuk rasa kebersamaan di kelas.

Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang

Delegasi Yakult Indonesia di Pabrik Ibaraki.

Makan bergizi gratis yang dimulai sejak tahun lalu di Indonesia adalah program yang baik. Tapi bisa belajar dari berbagai tempat, termasuk di Jepang bahwa diperlukan pengawasan dan kontrol yang baik dari ahli gizi, sehingga tujuan menciptakan generasi sehat dan tangguh yang bebas stunting bisa terwujud.

“Kami sangat concern dengan program ini. Karena itu kami mengajak melihat langsung program yang sama di Jepang yang ternyata sudah berjalan ratusan tahun lalu,” kata Antonius Nababan, pemimpin rombongan delegasi Yakult Indonesia.

Tiga Prinsip Ajaran Shirotaisme
Selama sepakan di Jepang, para delegasi dari berbagai negara diajak melihat langsung pabrik Ibaraki dan pusat riset Yakult Central Institute di Tokyo. Termasuk pengembangan Yakult Beauty, produk khusus untuk kosmetik dan kecantikan.

Yakult pertama kali diproduksi dan dipasarkan di Jepang tahun 1935 oleh penemunya Dr Minoru Shirota. Shirota adalah seorang ilmuwan yang sangat tekun meneliti dan berhasil membudidayakan bakteri baik Lactobacillius Casei Shirota (LCS) dari minuman susu fermentasi.

Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang

Delegasi Yakult Indonesia di Yakult Central Institute, pusat riset Yakult.

Penelitian ini dilakukan Shirota setelah melihat wilayah desanya diserang penyakit dan banyak yang meninggal dunia. Dia kemudian bertekad melakukan penelitian untuk mencegah masyarakat dari penyakit.

Bakteri LCS ternyata sangat bermanfaat untuk kesehatan usus manusia dan meningkatkan kekebalan tubuh. Pada 1955 perusahaan Yakult Honsha Co., Ltd. didirikan untuk memproduksi secara massal dan memasarkan produk Yakult secara luas.

Ada tiga prinsip Dr Shirota yang hingga kini terpatri sebagai nilai nilai perusahaan. Mudahnya disebut dengan Shirotaisme. Pertama, prinsip pencegahan penyakit. Intinya mencegah penyakit lebih diutamakan daripada mengobatinya.

Kedua, prinsip kesehatan usus memperpajang umur. Ketiga, prinsip kesehatan dengan harga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ketiga pokok ajaran ini yang membuat penetrasi Yakult dengan minuman probiotiknya per hari ini telah diproduksi dan dipasarkan di 40 negara, termasuk di Indonesia.

Menilik data tahun fiskal 2023, setiap hari 40 juta manusia di dunia mengkonsumsi minuman probiotik dari susu fermentasi ini. Sedangkan jumlah Yakult yang terjual setiap hari mencapai 5,82 juta botol di benua Amerika, 10,61 juta botol di Jepang, 22,37 juta botol di Asia Oseania, dan di Eropa 0,61 juta botol (data 2023).

Di pabrik Ibaraki, delegasi bisa melihat langsung produksi Yakult mulai dari pengolahan susu fermentasi, proses pembauatan botol, pengisian, hingga pengepakan yang mayoritas dilakukan secara otomatis dengan standar kualitas tinggi. Ini untuk menjamin produk benar benar sesuai standar yang sudah ditetapkan.

Di Indonesia, Yakult memiliki dua pabrik yaitu di Sukabumi Jawa Barat dan pabrik kedua di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur. “Standar dan kualitas pabrik Yakult di Indonesia sama dengan yang ada di sini (Jepang),” kata Antonius Nababan kepada SindoNews.

Kekuatan Yakult Lady
Ikut berjualan bareng dengan Yakult Lady di Tokyo adalah pengalaman yang sulit didapat. Yakult Lady adalah ujung tombak pemasaran produk Yakult yang cukup dikenal di Indonesia. Kontribusi penjualannya juga cukup signifikan.

Apa rahasia kekuatan pemasaran Yakult Lady? SindoNews sempat mengikuti perjalanan seorang Yakult Lady dari kantornya di pusat Kota Tokyo. Pemasaran melalui Yakult Lady dimulai sejak 1963. Berarti sudah 62 tahun diberlakukan. “Ibu-ibu tim Yakult Lady sangat enjoy bekerja. Mereka sudah memiliki pelanggan loyal,” kata salah satu manager di kantor Yakult Lady di Tokyo.

Menggunakan gerobak dorong yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan, Yakult Lady berangkat dari kantor setelah melengkapi berbagai produk yang diminati konsumen. Selain minuman probiotik, di Jepang juga dikenal produk Yakult lain seperti yogurt, susu, jus, kopi dan lain lain.

Yakult Lady akan menjelaskan fungsi masing masing minuman sembari mendengarkan pelanggan yang kadang menyampaikan keluhannya hari itu. Dan Yakult Lady kami akan langsung menyarankan produk yang tepat untuk menghilangkan keluhan tersebut,” tambah sang Manager.

Probiotik Menjadi Menu Makan Siang Favorit Anak Sekolah di Jepang


Memang benar adanya. Seorang Yakult Lady yang diikuti SindoNews, keluar masuk perkantoran dan apartemen pelanggan di waktu yang sama setiap hari. Malah hari itu produk Yakult 1000 yang sangat populer di masyarakat Jepang sudah habis dalam setengah perjalanan.

“Saya sering kehabisan barang karena ada yang membeli lebih dan terkadang ada yang pembeli lain di luar pelanggan. Tapi saya sangat menikmati pekerjaan ini,” ujar Yakult Lady ini.

Bagi ibu rumah tangga di Tokyo, menjadi Yakult Lady adalah pekerjaan yang menguntungkan. Penghasila rata-rata mereka mencapai 160.000 yen atau sekitar Rp16 juta per bulan dengan 5 jam kerja per hari.

“Keunggulan Yakult Lady yang lain adalah edukasi produk secara personal langsung kepada pelanggan. Ini yang unik,” kata Nao Komatsu, direktur marketing Yakult Indonesia yang ikut menemani Yakult Lady berjualan di Tokyo.

Tercatat ada 32.000 Yakult Lady di seluruh wilayah Jepang dan kontribusi mereka terhadap penjualan lebih dari 50%. Jumlah yang sungguh signifikan dalam pemasaran.

Di Indonesia pun kontribusi Yakult Lady juga sangat bagus. Bahkan menurut Antonius Nababan, jangkauan Yakult Lady di Indonesia masih sangat beperluang untuk diperluas.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved