5 Wartawan Al Jazeera Tewas Dibombardir Israel di Gaza
Senin, 11 Agustus 2025 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Qatar, yang sebagian mendanai Al Jazeera, telah menjadi kantor bagi pimpinan politik Hamas selama bertahun-tahun dan sering menjadi tempat perundingan tidak langsung antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina tersebut.
Dengan ditutupnya Gaza, banyak kelompok media di seluruh dunia bergantung pada liputan foto, video, dan teks tentang konflik yang disediakan oleh para wartawan Palestina.
Organisasi pengawas media Reporters Without Borders (RSF) mengatakan pada awal Juli bahwa lebih dari 200 wartawan telah tewas di Gaza sejak perang Gaza dimulai, termasuk beberapa wartawan Al Jazeera.
Kritik internasional semakin meningkat atas penderitaan lebih dari dua juta warga sipil Palestina di Gaza, dengan badan-badan PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa kelaparan sedang terjadi di wilayah tersebut.
Serangan terarah ini terjadi ketika Israel mengumumkan rencana untuk memperluas operasi militernya di Gaza. Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan baru tersebut akan menargetkan sisa benteng Hamas di sana.
Dia juga mengumumkan rencana untuk mengizinkan lebih banyak jurnalis asing untuk meliput di Gaza bersama militer, sebagaimana yang dia sampaikan dalam visinya untuk meraih kemenangan di wilayah tersebut.
Seorang pejabat PBB memperingatkan Dewan Keamanan bahwa rencana Israel untuk menguasai Kota Gaza berisiko menimbulkan "bencana lain" dengan konsekuensi yang luas.
"Jika rencana ini dilaksanakan, kemungkinan besar akan memicu bencana lain di Gaza, yang akan menggema di seluruh wilayah dan menyebabkan pengungsian paksa, pembunuhan, dan kehancuran lebih lanjut," ujar Asisten Sekretaris Jenderal PBB Miroslav Jenca kepada Dewan Keamanan.
Dengan ditutupnya Gaza, banyak kelompok media di seluruh dunia bergantung pada liputan foto, video, dan teks tentang konflik yang disediakan oleh para wartawan Palestina.
Organisasi pengawas media Reporters Without Borders (RSF) mengatakan pada awal Juli bahwa lebih dari 200 wartawan telah tewas di Gaza sejak perang Gaza dimulai, termasuk beberapa wartawan Al Jazeera.
Kritik internasional semakin meningkat atas penderitaan lebih dari dua juta warga sipil Palestina di Gaza, dengan badan-badan PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa kelaparan sedang terjadi di wilayah tersebut.
Serangan terarah ini terjadi ketika Israel mengumumkan rencana untuk memperluas operasi militernya di Gaza. Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan baru tersebut akan menargetkan sisa benteng Hamas di sana.
Dia juga mengumumkan rencana untuk mengizinkan lebih banyak jurnalis asing untuk meliput di Gaza bersama militer, sebagaimana yang dia sampaikan dalam visinya untuk meraih kemenangan di wilayah tersebut.
Seorang pejabat PBB memperingatkan Dewan Keamanan bahwa rencana Israel untuk menguasai Kota Gaza berisiko menimbulkan "bencana lain" dengan konsekuensi yang luas.
"Jika rencana ini dilaksanakan, kemungkinan besar akan memicu bencana lain di Gaza, yang akan menggema di seluruh wilayah dan menyebabkan pengungsian paksa, pembunuhan, dan kehancuran lebih lanjut," ujar Asisten Sekretaris Jenderal PBB Miroslav Jenca kepada Dewan Keamanan.
(mas)
Lihat Juga :