2 Konflik Warisan Keluarga Miliarder di India, Salah Satunya Ibu Mertua Vs Menantu

Senin, 11 Agustus 2025 - 04:55 WIB
loading...
2 Konflik Warisan Keluarga...
Kematian Sunjay Kapur menimbulkan konflik perebutan warisan. Foto/X/@sunjaykapur
A A A
NEW DELHI - Ketika seorang miliarder meninggal mendadak pada usia yang belum terlalu tua, maka itu menimbulkan permasalahan besar, konflik warisan keluarga. Apalagi, ketika hartanya mencapai triliun. Konflik itu pun menjadi perhatian dunia.

Tak bisa disangkal, sebagian besar miliarder mengelola bisnis yang berdasarkan warisan keluarga. Itu akan menjadi bumerang karena bisa menyebabkan perebutan harta antara anggota keluarga. Hal itu lazim terjadi di India .

2 Konflik Warisan Keluarga Miliarder di India, Salah Satunya Ibu Mertua Vs Menantu

1. Sunjay Kapur

Kematian mendadak seorang taipan India, Sunjay Kapur, pada bulan Juni telah memicu perebutan warisan yang sengit di sebuah perusahaan otomotif raksasa India.

Melansir BBC, Sunjay Kapur, 53, mengalami serangan jantung pada 12 Juni saat bermain polo di Surrey, Inggris. Ia adalah pewaris Sona Comstar, kerajaan bisnis senilai USD3,6 miliar (Rp58,6 triliun) yang diwarisi dari ayahnya. Perusahaan ini, salah satu produsen komponen otomotif terkemuka di India, memiliki jejak global dengan 10 pabrik yang tersebar di India, China, Meksiko, dan AS.

Sebagai penggemar polo, Kapur bergaul di kalangan elit di ibu kota India, Delhi, dan kabarnya berteman dengan Pangeran William. Ia menikah tiga kali – pertama dengan desainer Nandita Mahtani, kemudian dengan bintang Bollywood era 90-an Karisma Kapoor, sebelum menikahi Priya Sachdev, seorang mantan model dan pengusaha, pada tahun 2017.

Baca Juga: Mengapa Gencatan Senjata yang Diusung Trump dan Putin Akan Memperkuat Posisi Rusia?

Namun, beberapa minggu setelah kematiannya, isu suksesi telah membuat Kapur dan keluarganya menjadi bahan spekulasi media.

Intinya adalah ibu Kapur, Rani Kapur, mantan ketua Sona Comstar.

Pada 24 Juli, Rani Kapur mengirimkan surat kepada dewan direksi Sona Comstar, mempertanyakan kematian putranya dan penunjukan yang dilakukan oleh perusahaan setelahnya.

Dalam surat tersebut, yang telah dilihat BBC, ia menuduh bahwa kematian Kapur terjadi dalam "kondisi yang sangat mencurigakan dan tidak dapat dijelaskan".

Kantor koroner di Surrey mengatakan kepada BBC bahwa setelah pemeriksaan postmortem, mereka telah menetapkan bahwa Kapur meninggal karena sebab alamiah. "Penyelidikan telah ditutup," kata kantor tersebut.

Rani Kapur juga mengaku telah dipaksa menandatangani dokumen-dokumen penting saat berada di bawah tekanan mental dan emosional atas kematian putranya.

"Sangat disayangkan bahwa sementara keluarga dan saya masih berduka, beberapa orang telah memilih ini sebagai waktu yang tepat untuk merebut kendali dan merampas warisan keluarga," tulisnya.

Ia juga meminta dewan direksi Sona Comstar untuk menunda rapat umum tahunan (RUT)—yang dijadwalkan pada 25 Juli—untuk memutuskan direktur baru yang akan mewakili keluarga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved