2 Konflik Warisan Keluarga Miliarder di India, Salah Satunya Ibu Mertua Vs Menantu

Senin, 11 Agustus 2025 - 04:55 WIB
loading...
A A A
Rani Kapur tidak merinci siapa yang dimaksudnya dengan "beberapa orang", tetapi Sona Comstar tetap mengadakan RUPS keesokan harinya dan menunjuk istri Sunjay, Priya, sebagai direktur non-eksekutif.

Dalam suratnya, Rani Kapur mengklaim bahwa ia adalah satu-satunya ahli waris dari harta mendiang suaminya dalam sebuah surat wasiat yang ditinggalkan pada tahun 2015 yang mencakup saham mayoritas di Sona Group, termasuk Sona Comstar.

Perusahaan tersebut dengan tegas membantah klaim Rani Kapur dan mengatakan bahwa ia "tidak memiliki peran, baik langsung maupun tidak langsung, di Sona Comstar setidaknya sejak tahun 2019".

Dewan direksi juga menyatakan tidak memiliki kewajiban untuk menunda pemberitahuan Rani dan bahwa RUPS telah dilaksanakan "dengan sepenuhnya mematuhi hukum". Perusahaan telah mengeluarkan surat teguran hukum kepada Rani Kapur, memintanya untuk berhenti menyebarkan pernyataan yang "palsu, jahat, dan merugikan".

BBC telah menghubungi Sona Comstar, Rani Kapur, dan Priya Sachdev untuk mengajukan pertanyaan.

Pemegang saham publik, termasuk bank, reksa dana, dan lembaga keuangan, memegang 71,98% saham Sona Comstar, yang terdaftar di bursa saham India dengan kode saham Sona BLW.

Sisanya, 28,02%, dipegang oleh promotor melalui perusahaan bernama Aureus Investments Pvt Ltd.

Menurut dokumen perusahaan, Sunjay Kapur adalah satu-satunya penerima manfaat dari RK Family Trust, yang mengendalikan saham promotor di Sona Comstar melalui Aureus Investments.

"Melihat struktur perusahaan, saat ini, Rani Kapur tidak tercatat sebagai pemegang saham terdaftar sehingga tidak memiliki hak suara. Namun, ada masalah antara RK Family Trust dan investasi Aureus. Kami tidak dapat memastikan apakah Rani memiliki kepentingan langsung di sana sampai perjanjian tersebut diumumkan kepada publik," kata Tushar Kumar, seorang litigator korporat di Mahkamah Agung India.

Perselisihan keluarga Kapur bukanlah kasus yang terisolasi.

Sekitar 90% perusahaan publik di India dikendalikan oleh keluarga, namun hanya 63% yang memiliki rencana suksesi formal, menurut survei PwC.

Kavil Ramachandran dari Sekolah Bisnis India mengatakan sebagian besar bisnis keluarga di India beroperasi dengan "ambiguitas yang signifikan mengenai hal-hal spesifik".

"Salah satu [area] tersebut adalah siapa yang memiliki berapa banyak dan siapa yang mewarisi dan kapan," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Khasiat Surat Abasa,...
Khasiat Surat Abasa, Salah Satunya Mendapat Kebaikan di Perjalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved