Indonesia Hobi Beli Beragam Jet Tempur Bak Gado-gado, Strategi Pertahanannya Dianggap Tak Jelas

Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:53 WIB
loading...
Indonesia Hobi Beli...
Pakar kritik Indonesia yang hobi beli beragam jet tempur bak gado-gado. Langkah ini mengungkap ketidakjelasan strategi pertahananya. Foto/Gordon Arthur/Defense News
A A A
JAKARTA - Pieter Pandie, seorang pakar pertahanan, mengkritik Indonesia yang hobi membeli jet tempur dari beragam pemasok asing. Menurutnya, langkah membeli pesawat tempur aneka jenis "ibarat gado-gado" ini mengungkap strategi pertahanan yang terfragmentasi.

Cara seperti itu akan biaya interoperabilitas dan pemeliharaan serta mengirimkan sinyal geopolitik yang beragam.

Menurut Pandie, peneliti di Department of International Relations Centre for Strategic and International Studies (CSIS), tanpa buku putih pertahanan baru sejak 2015 dan rencana modernisasinya yang belum terpenuhi, Jakarta sangat membutuhkan kerangka kerja yang transparan.

Baca Juga: Indonesia Sedang Menanti Jet Tempur Rafale, tapi Digoda Boeing dengan F-15EX

"Kerangka kerja ini harus mendefinisikan tujuan kapabilitas, penilaian ancaman, jadwal, dan anggaran untuk memandu akuisisi dan memulihkan koherensi strategis," tulis Pandie dalam artikelnya di East Asia Forum.

Kesepakatan Indonesia untuk membeli jet tempur KAAN Turki menambah portofolio pengadaan pertahanannya yang sudah kompleks. Keputusan ini mencerminkan pola yang lebih luas dalam modernisasi militernya—pola yang semakin menimbulkan pertanyaan tentang koherensi strategis dan sinyal geopolitik.

"Indonesia menghadapi risiko inefisiensi operasional tetapi juga prospek mengirimkan sinyal yang kontradiktif kepada mitra internasionalnya," paparnya.

Indonesia telah berupaya untuk memodernisasi dan mengganti alat utama sistem senjata (alutsista) yang menua dengan bernegosiasi dengan beragam pemasok. Pendekatan pengadaan yang beragam ini membantu menghindari ketergantungan pada satu pemasok senjata sekaligus mengatasi keterbatasan sumber daya domestik dan kebutuhan untuk mempertahankan otonomi strategis di luar negeri. Kenangan embargo senjata di masa lalu juga mendorong Jakarta untuk mendiversifikasi pemasoknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Jadi Target Pembunuhan,...
Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran
Rekomendasi
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Sidang Banding Nadiem...
Sidang Banding Nadiem Makarim Digelar 5 Agustus 2026
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved