5 Fakta Perjanjian Rudal Nuklir yang Ditinggalkan Rusia, Salah Satunya Perang Dingin Akan Pecah Lagi

Kamis, 07 Agustus 2025 - 02:05 WIB
loading...
A A A
Rusia juga merombak doktrin nuklirnya tahun lalu, secara resmi menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir.

4. Perlombaan Senjata yang Terus Berlangsung seperti Perang Dingin

AS dan Uni Soviet – dua negara dengan militerisasi tertinggi saat itu – terlibat dalam perlombaan senjata hingga runtuhnya negara komunis tersebut pada tahun 1991.

Namun, kedua belah pihak menandatangani sejumlah perjanjian, seperti Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972 dan INF, sebagai bagian dari langkah-langkah pengendalian senjata.

Presiden George W. Bush menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada tahun 2002, yang bertujuan untuk mencegah Rusia dan AS menciptakan sistem pertahanan rudal.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump juga menarik diri dari Perjanjian Langit Terbuka 1992 pada tahun 2020. Dua tahun kemudian, Rusia mengikutinya, dengan menarik diri dari perjanjian yang memungkinkan negara-negara terbang di atas wilayah masing-masing untuk melakukan penerbangan observasi tanpa senjata.

5. Masih Banyak Perjanjian Senjata Lainnya

Perjanjian New START, yang merupakan singkatan dari "Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis", tetap menjadi perjanjian pengendalian senjata besar terakhir antara Rusia dan AS.

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2010 membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan kedua negara. Perjanjian ini mulai berlaku pada Februari 2011.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk hal-hal berikut:

Menerapkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis dan maksimum 700 rudal dan pesawat pengebom jarak jauh.

Batas 800 rudal balistik antarbenua yang dikerahkan.

Masing-masing pihak dapat melakukan hingga 18 inspeksi terhadap situs senjata nuklir strategis setiap tahun untuk memastikan pihak lain tidak melanggar batasan perjanjian.

Namun pada tahun 2023, Putin mengumumkan bahwa Moskow menangguhkan partisipasinya dalam pakta tersebut, menuduh Washington tidak mematuhi ketentuan-ketentuannya dan mencoba merusak keamanan nasional Rusia. Perjanjian tersebut akan berakhir tahun depan.

Keputusan Rusia ini muncul beberapa bulan setelah AS berhenti bertukar data mengenai stok senjata nuklirnya berdasarkan Perjanjian START Baru.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved