5 Fakta Perjanjian Rudal Nuklir yang Ditinggalkan Rusia, Salah Satunya Perang Dingin Akan Pecah Lagi

Kamis, 07 Agustus 2025 - 02:05 WIB
loading...
A A A
Menanggapi hal ini, Trump pada hari Jumat memerintahkan pemindahan dua kapal selam nuklir ke "wilayah yang tepat".

Namun, Kremlin telah mendesak agar berhati-hati terhadap "retorika nuklir".

"Jelas bahwa kapal selam Amerika sudah bertugas tempur. Ini adalah proses yang sedang berlangsung, itu yang pertama," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada para wartawan.

"Namun secara umum, tentu saja, kami tidak ingin terlibat dalam kontroversi semacam itu dan tidak ingin mengomentarinya dengan cara apa pun," tambahnya. "Tentu saja, kami percaya bahwa setiap orang harus sangat, sangat berhati-hati dengan retorika nuklir."

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada bulan Desember telah memperingatkan terhadap apa yang disebutnya "tindakan destabilisasi" oleh AS dan sekutu NATO-nya.

Rusia juga mengancam akan menanggapi rencana penempatan rudal AS di Jerman mulai tahun 2026.

Baca Juga: Militer Ukraina Pekerjakan PSK untuk Jadi Agen Intelijen

3. Dipicu Tindakan Sepihak AS

AS menarik diri dari perjanjian INF pada tahun 2019 selama masa jabatan pertama Trump, dengan alasan ketidakpatuhan Rusia.

Trump menuduh Moskow melanggar perjanjian tersebut dengan mengembangkan dan mengerahkan sistem rudal Novator 9M729 berbasis darat berkemampuan nuklir, yang dijuluki SSC-X-8 oleh NATO. Moskow mengatakan jangkauan rudal tersebut (500 km) lebih pendek dari ambang batas yang ditetapkan dalam perjanjian tahun 1987.

Trump juga mengutip pengembangan rudal semacam itu oleh China, yang bukan merupakan pihak dalam perjanjian tersebut.

Di bawah mantan Presiden AS Barack Obama, pendahulu Trump, Washington telah bergerak untuk meningkatkan kemampuan militernya di Asia Pasifik guna melawan kekuatan militer China.

Namun, selama tujuh bulan pertama masa jabatannya, Trump sebagian besar disibukkan oleh perang tarifnya terhadap sekutu dan rival. Ia telah mencabut tarif tinggi yang dikenakannya terhadap China pada awal April, bahkan ketika sebuah laporan oleh badan intelijen AS pada bulan Maret mengatakan bahwa Beijing kini menjadi ancaman militer dan siber utama AS.

Dan dalam beberapa hari terakhir, ia mengalihkan perhatiannya ke Rusia, mencoba menekan Rusia untuk menyetujui gencatan senjata dengan Ukraina.

Barat yakin bahwa rudal balistik Oreshnik Rusia – yang ditembakkannya di Ukraina November lalu – melanggar perjanjian INF. Rudal tersebut memiliki jangkauan 500 km (311 mil). Pekan lalu, Putin mengumumkan penempatan rudal tersebut di Belarus, yang berbatasan dengan Ukraina sepanjang 1.084 km.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved