10 Negara dengan Imigran Ilegal Terbanyak, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Selasa, 05 Agustus 2025 - 15:02 WIB
loading...
10 Negara dengan Imigran...
Imigran ilegal umumnya memiliki keinginan menetap di negara maju. Foto/X/@dissidentwest
A A A
WASHINGTON - Pergi bekerja dan menetap di negara lain terkadang menjadi impian untuk memperbaiki jalan hidup. Namun, tak sedikit yang menempuh jalan ilegal.

Kini makin banyak negara maju yang makin ketat mengawasi para pekerja imigran ilegal. Salah satunya adalah Pemerintah AS menawarkan sejumlah uang senilai USD1.000 dan biaya perjalanan berbayar kepada para migran yang berada di negara itu secara ilegal jika mereka memutuskan untuk meninggalkan AS.

"Deportasi mandiri adalah cara terbaik, teraman, dan paling hemat biaya untuk meninggalkan Amerika Serikat agar terhindar dari penangkapan," ujar Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump telah melancarkan tindakan keras besar-besaran terhadap imigrasi ilegal - terkadang dengan menggunakan taktik kontroversial seperti penerapan hukum perang yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Beberapa langkah telah menghadapi tantangan hukum.

Selain AS, , Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memprioritaskan penanganan imigrasi ilegal dan "pemulihan ketertiban" sistem suaka bagi pemerintah. Keir Starmer telah berjanji untuk "menghancurkan geng-geng". Janji ini mengikuti janji pendahulunya, Rishi Sunak, untuk "menghentikan kapal-kapal".

Per 6 Juli, 21.117 orang telah tiba di Inggris dengan perahu kecil pada tahun 2025 - meningkat sekitar 56% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Untuk mengurangi jumlah penyeberangan, pemerintah telah berjanji untuk memberantas geng-geng penyelundup manusia yang berada di belakang mereka.

10 Negara dengan Imigran Ilegal Terbanyak, Salah Satunya Tetangga Indonesia

1. Rusia (12 Juta)

Serangkaian undang-undang migrasi baru mulai berlaku di Rusia yang akan memudahkan pihak berwenang untuk mendeportasi migran tanpa hukuman.

Perubahan hukum terbaru ini bertujuan untuk lebih menyederhanakan prosedur deportasi migran "ilegal", menurut Ketua Duma Negara Vyacheslav Volodin. Namun, para aktivis memperingatkan bahwa undang-undang tersebut dapat digunakan untuk menargetkan migran tanpa pandang bulu, terutama mereka yang berasal dari Asia Tengah.

"[Undang-undang ini] sangat berbahaya," kata seorang aktivis hak-hak migran dari Tajikistan kepada The Moscow Times dengan syarat anonim demi alasan keamanan. "Artinya, polisi mana pun dapat menangkap dan mengusir Anda...bahkan jika Anda memiliki bukti pelanggaran dari pihak petugas."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved