Sudah Mengebom Iran, Patutkah Donald Trump Meraih Hadiah Nobel Perdamaian?

Senin, 04 Agustus 2025 - 07:57 WIB
loading...
Sudah Mengebom Iran,...
Pencalonan Presiden AS Donald Trump sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian memicu kontroversi, terlebih dia telah memerintahkan pengeboman terhadap 3 situs nuklir Iran. Foto/X @realDonaldTrump
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump begitu terobsesi untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Dia bahkan merasa bersaing dengan mantan presiden Barack Obama, yang telah meraih penghargaan internasional tersebut.

"Sudah lama Presiden Trump dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada 31 Juli, yang memicu reaksi ketidakpercayaan dan sarkasme dari para penentang presiden dari Partai Republik tersebut.

"Sejak kembali berkuasa pada 20 Januari, presiden AS rata-rata telah menjadi perantara satu kesepakatan damai atau gencatan senjata per bulan," kata Leavitt, mencontohkan mediasi yang dilakukannya antara India dan Pakistan; Kamboja dan Thailand; Mesir dan Ethiopia; Rwanda dan Republik Demokratik Kongo (DRC); Serbia dan Kosovo; dan lainnya.

Baca Juga: Iran Tuntut Kompensasi karena Situs Nuklirnya Dibom, AS: Sungguh Menggelikan

Juru bicara utamanya itu juga menyebut Iran, tempat Trump memerintahkan pengeboman AS terhadap tiga fasilitas nuklir republik Islam tersebut, sebagai bukti keputusan yang diklaim Leavitt telah berkontribusi pada perdamaian dunia.

Dia tidak menyebutkan konflik di Ukraina, yang berulang kali dijanjikan Trump untuk diakhiri pada "hari pertama" masa jabatannya, atau perang di Gaza, yang masih berlangsung dan AS memasok senjata ke Israel.

Bagi beberapa pemimpin asing, menyebut penghargaan bergengsi tersebut telah menjadi tanda niat baik diplomatik terhadap seorang presiden Amerika yang membayangkan dirinya sebagai pembawa damai.

Pakistan menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, begitu pula Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pertemuan awal Juli di Gedung Putih, seorang jurnalis bertanya kepada presiden Liberia, Senegal, Mauritania, Guinea-Bissau, dan Gabon apakah Trump pantas menerima penghargaan tersebut.

Menikmati pujian dari para pemimpin Afrika, Trump yang tersenyum berkata: "Kita bisa melakukan ini sepanjang hari."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved