Sudah Mengebom Iran, Patutkah Donald Trump Meraih Hadiah Nobel Perdamaian?

Senin, 04 Agustus 2025 - 07:57 WIB
loading...
A A A
Puluhan ribu orang dapat mengajukan nominasi kepada komite Nobel, termasuk anggota parlemen, menteri, beberapa profesor universitas, mantan penerima Nobel, dan anggota komite itu sendiri.

Nominasi harus diserahkan paling lambat 31 Januari, dan pengumuman akan dilakukan pada bulan Oktober—tahun ini pada tanggal 10.

Profesor hukum Anat Alon-Beck, seorang warga Israel-Amerika Serikat, mengajukan nama Trump kepada lima anggota komite, yang ditunjuk oleh Parlemen Norwegia.

Asisten profesor di Fakultas Hukum Case Western Reserve University tersebut mengatakan kepada AFP bahwa dia melakukannya karena "kepemimpinan yang luar biasa" dan "kecemerlangan strategis" yang telah ditunjukkan Trump, menurut pendapatnya, dalam memajukan perdamaian dan mengamankan pembebasan para sandera yang ditawan di Jalur Gaza.

"Trump Tak Pantas Mendapatkan Nobel"


Bagi sebagian orang, prospek memberikan hadiah kepada seseorang yang telah menjungkirbalikkan tatanan internasional tidak dapat dipertahankan.

"Menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian seperti memasuki hyena dalam pertunjukan anjing," tulis peneliti sejarah dan politik AS Emma Shortis di situs berita The Conversation.

"Tentu saja Trump tidak pantas mendapatkannya," lanju dia.

Namun, Trump tidak setuju dengan pendapat yang mendiskreditkannya.

"Saya pantas mendapatkannya, tetapi mereka tidak akan pernah memberikannya kepada saya," kata Trump kepada wartawan pada bulan Februari saat dia menjamu Netanyahu di Gedung Putih, menyesali tidak pernah mencentang kotak Nobel dalam hidupnya.

"Tidak, saya tidak akan mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian apa pun yang saya lakukan, termasuk Rusia/Ukraina, dan Israel/Iran, apa pun hasilnya," keluh Trump di platform Truth Social-nya pada bulan Juni.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved