Kamboja Minta Bantuan Malaysia Bebaskan 18 Tentaranya yang Ditawan Thailand saat Perang

Minggu, 03 Agustus 2025 - 20:07 WIB
loading...
Kamboja Minta Bantuan...
Kamboja minta bantuan Malaysia bebaskan 18 tentaranya yang ditawan Thailand saat perang. Foto/Khmer Times
A A A
PHNOM PENH - Phnom Penh telah meminta bantuan Malaysia sebagai Ketua ASEAN untuk membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditawan oleh Thailand. Belasan tentara itu ditawan selama perang lima hari di sepanjang perbatasan pada bulan lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata mengatakan militer Thailand telah mengonfirmasi bahwa para tentara tersebut aman dan bahwa pemerintah sedang dalam pembicaraan untuk pembebasan mereka.

Menurutnya, pemerintah Kamboja terus mendesak Thailand untuk mempercepat pemulangan pasukan tersebut dengan aman.

Baca Juga: Terungkap, Hun SenAmbilAlih Komando Kamboja saat Perang Melawan Thailand

“Kementerian Pertahanan Nasional dan tentara Kamboja tidak akan pernah meninggalkan anggotanya, dalam keadaan apa pun,” kata Maly, menurut laman Facebook Kementerian Informasi Kamboja, seperti dikutip dari Bernama.

Permintaan kementerian tersebut muncul beberapa hari sebelum pertemuan Komite Perbatasan Umum (GBC) dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur minggu depan.

Kedua negara tetangga ini memiliki sejarah panjang dalam upaya memaksakan kedaulatan di sepanjang perbatasan bersama mereka yang membentang sepanjang 817 kilometer di Kamboja utara.

Konflik terbaru dimulai dengan bentrokan singkat antara pasukan Thailand dan Kamboja pada 28 Mei, yang meningkat menjadi bentrokan bersenjata pada 24 Juli.

Sebanyak 20 tentara Kamboja ditawan oleh tentara Thailand setelah bentrokan tersebut. Pada hari Jumat, Thailand membebaskan dua tentara Kamboja yang terluka.

Pertempuran berhenti sementara pada hari Senin, 28 Juli, setelah Kamboja dan Thailand menyepakati gencatan senjata segera dan tanpa syarat dalam pertemuan khusus di Putrajaya yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved