China Bangun Armada di Tengah Laut, Nelayan atau Mata-Mata?

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 09:51 WIB
loading...
A A A
Sebagian kapal bahkan dirancang secara khusus dengan fungsi ganda: bisa menjadi kapal survei atau tambang bawah laut, lalu diubah menjadi kapal nelayan. Model hybrid seperti ini memungkinkan mereka tetap tampak “sah” sebagai kapal sipil, meskipun menjalankan misi pengintaian atas perintah tertentu. Strategi ini mengaburkan batas antara sipil dan militer—menyusup di bawah ambang konflik bersenjata dan menghindari tuduhan langsung.

Ancaman Tersembunyi di Samudra Hindia


Kapal-kapal China kerap ditemukan di zona penangkapan ilegal, tak terdaftar, atau tak diatur (IUU). Namun aktivitas mereka jauh lebih strategis ketimbang sekadar merampas hasil laut. Di Laut Arab dan Teluk Benggala, tercatat banyak kapal dengan sistem AIS yang sengaja dimatikan, sering kali bertepatan dengan latihan militer regional.

Pada 2023, hampir 470 kapal China terpantau dekat Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) India bagian barat, dan banyak di antaranya menonaktifkan pelacak selama berhari-hari. Dalam Operasi Sindoor (Mei 2025), pengintaian drone menemukan 224 kapal penangkap ikan China bergerak dalam formasi terkoordinasi, sekitar 120 mil laut dari latihan Angkatan Laut India. Armada ini diduga berfungsi sebagai listening posts pasif, mengirim data ke PLAN melalui Pakistan.

Dua kapal China juga menyamar sebagai kapal “riset perikanan” di Laut Arab saat India menggelar latihan AMAN 25 di dekat Pakistan. Pakar intelijen sumber terbuka seperti Damien Symon mencatat bahwa kapal-kapal ini menonaktifkan AIS dan kemungkinan membawa ROV (remotely operated vehicles) serta drone bawah laut—perangkat yang umum digunakan untuk pemetaan dasar laut dan pengintaian senyap.

Fenomena serupa juga muncul di Argentina, di mana sekitar 198 kapal berbendera China menciptakan “kota apung” di lepas pantai Patagonia. Lebih dari 90% kapal itu mematikan AIS saat menangkap cumi. Argentina lalu mengerahkan pesawat patroli Angkatan Laut untuk memantau pelanggaran tersebut.

Menurut analisis sistem AI maritim milik Windward, terjadi peningkatan 145% dari tahun 2023, dengan 430 kapal “berisiko tinggi” memasuki Samudra Hindia pada awal 2025. Sebagian besar adalah kapal China yang kerap terlibat IUU fishing, kerja paksa, dan pemetaan strategis tersembunyi.

Kekuatan Laut Lewat Jaring Nelayan


Menggunakan kapal penangkap ikan sebagai alat ekspansi geopolitik memberi China beberapa keuntungan strategis:

•Plausible deniability—sulit dituding militer karena memakai kapal sipil.
•Biaya murah—lebih hemat daripada menggunakan satelit atau kapal selam.
•Kehadiran konstan—bisa terus berada di laut asing dengan dalih legal.
•Misi militer terselubung—mulai dari pemetaan medan tempur, triangulasi sinyal, hingga pengawasan elektronik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved