China Bangun Armada di Tengah Laut, Nelayan atau Mata-Mata?

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 09:51 WIB
loading...
China Bangun Armada...
Kapal penelitian China, Tan Suo Yi Hao, dekati wilayah Australia. Ada laporan China diduga manfaatkan kapal nelayan untuk misi intelijen di berbagai perairan, termasuk di Samudra Hindia. Foto/Sydney Morning Herald
A A A
JAKARTA - Eropa sangat bergantung pada perairan terbuka untuk perdagangan, energi, dan keamanan. Namun, di balik ombak lautan internasional tersembunyi ancaman tak kasat mata: kapal penangkap ikan China yang sesungguhnya berfungsi sebagai perpanjangan tangan operasi intelijen maritim Beijing.

Meski tampak sebagai kapal komersial biasa, kapal-kapal ini merupakan bagian dari strategi “milisi maritim” China. Mereka dilengkapi sensor canggih, komunikasi satelit, dan bahkan senjata ringan, berpura-pura sebagai nelayan laut dalam sambil mengumpulkan informasi sensitif.

Mengutip dari The European Conservative, Sabtu (2/8/2025), kehadiran kapal-kapal ini yang kian meningkat di Samudra Hindia, Laut Arab, Teluk Benggala, hingga perairan lainnya telah menimbulkan dua dampak besar: merusak mata pencaharian nelayan lokal dan sekaligus menyediakan intelijen penting bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN).

Baca Juga: Dramatis dan Menegangkan, Ini Momen Pasukan Filipina Cegat Kapal Mata-mata China

Fenomena ini sangat terasa saat operasi militer India, Sindoor, berlangsung pada Mei 2025 untuk menargetkan infrastruktur teroris di Pakistan, di mana kapal-kapal nelayan “asing” membuntuti armada India dan diduga mengirimkan data pergerakan ke China dan Pakistan.

Menurut lembaga think tank Overseas Development Institute (ODI) yang berbasis di London, armada kapal penangkap ikan laut lepas milik China diperkirakan mencapai 17.000 kapal di seluruh dunia.

Namun tujuannya bukan sekadar menangkap cumi atau tuna. Profesor Andrew S. Erickson dari U.S. Naval War College menyebut bahwa sebagian besar kapal ini merupakan bagian dari People’s Armed Forces Maritime Militia (PAFMM), entitas semi-militer yang memperkuat PLAN dan Penjaga Pantai China dengan kamuflase sipil.

Kapal-kapal ini biasanya dipasangi AIS (automatic identification system), sistem komunikasi satelit, dan lampu LED intensitas tinggi untuk memancing di malam hari, menggunakan jaring lingkar (purse seine) atau jaring insang. Beberapa bahkan membawa perlengkapan non-mematikan seperti meriam air atau laser—alat untuk mengganggu, bukan menangkap ikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved