6 Negara yang Melarang Penggunaan Ponsel di Ruang Kelas Sekolah

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 08:55 WIB
loading...
6 Negara yang Melarang...
Siswa sekolah di beberapa negara Eropa dilarang menggunakan ponsel saat di ruang kelas. Foto/X/@BjorkBrodern
A A A
LONDON - Undang-undang baru yang membatasi penggunaan ponsel di sekolah-sekolah Finlandia mulai berlaku pada hari Jumat lalu. Itu dilakukan menjelang pembukaan kembali sekolah-sekolah setelah liburan musim panas.

Negara Nordik ini, yang telah lama dikenal dengan pendidikan berkualitas tinggi, mengalami penurunan peringkat dalam pemeringkatan OECD yang mengukur kompetensi siswa berusia 15 tahun dalam matematika, literasi, dan ilmu pengetahuan alam.

Amandemen Undang-Undang Pendidikan Dasar, yang melarang penggunaan ponsel oleh siswa berusia tujuh hingga 16 tahun selama kelas berlangsung, telah disahkan pada bulan April.

Saat ini, ponsel dan perangkat seluler lainnya hanya dapat digunakan di kelas dengan izin guru untuk tujuan pembelajaran dan sebagai alat bantu atau untuk alasan kesehatan.

6 Negara yang Melarang Penggunaan Ponsel di Ruang Kelas Sekolah

1. Finlandia

Lembaga penyiaran publik Finlandia, Yle, melaporkan bahwa sebuah sekolah di kota Varkaus di timur Finlandia akan mewajibkan sekitar 700 siswanya untuk menyimpan ponsel di dalam tas atau loker sepanjang hari, termasuk saat istirahat.

Di kota Tampere di Finlandia barat, siswa diperbolehkan menggunakan ponsel saat istirahat, tetapi hanya di luar gedung sekolah.

Badan Pendidikan Nasional Finlandia telah menyerukan aturan yang lebih ketat daripada yang tercantum dalam undang-undang, merekomendasikan pelarangan penggunaan perangkat seluler selama waktu makan dan pembatasan penggunaannya selama istirahat.

Dalam putaran terakhir penilaian OECD untuk tahun 2022, 41 persen siswa Finlandia mengatakan penggunaan sumber daya digital mengganggu mereka dalam semua atau sebagian besar pelajaran matematika, angka yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata OECD sebesar 31 persen.

Baca Juga: Marah Besar! Trump Kirim Kapal Selam Nuklir ke Perbatasan Rusia

2. Denmark

Finlandia tidak sendirian dalam menyadari dampak negatif penggunaan ponsel terhadap nilai.

Awal tahun ini, Denmark mengumumkan larangan penuh penggunaan ponsel di sekolah, dengan alasan kekhawatiran bahwa sekolah akan "dijajah oleh platform digital."

Ketua komisi kesejahteraan Denmark mendesak negara-negara Eropa lainnya untuk mengadopsi aturan serupa setelah temuan menunjukkan bahwa 94 persen remaja Denmark memiliki akun media sosial sebelum usia 13 tahun dan menghabiskan rata-rata tiga jam setiap hari di platform seperti TikTok dan YouTube.

3. Prancis

Kebijakan serupa telah diadopsi di Prancis, yang melarang penggunaan telepon di sekolah pada tahun 2018. Negara ini sedang menguji coba "jeda digital" untuk anak di bawah usia 15 tahun. Norwegia juga baru-baru ini memberlakukan batas usia minimum yang ketat untuk menggunakan media sosial, yaitu 15 tahun.

4. Hongaria

Tahun lalu, Hongaria memberlakukan pembatasan yang lebih ketat yang menyatakan bahwa siswa tidak diperbolehkan menggunakan telepon di ruang kelas.

5. Belgia

Di Belgia, penggunaan ponsel pintar untuk siswa di sekolah dasar dan menengah di wilayah berbahasa Prancis dan ibu kota Brussel telah dilarang pada tahun ajaran baru.

6. Inggris

Di Inggris, meskipun tidak ada larangan nasional, hampir semua sekolah dasar dan sebagian besar sekolah menengah melaporkan telah menerapkan pembatasan penggunaan telepon.

Secara kolektif, tindakan-tindakan ini mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di seluruh Eropa tentang dampak teknologi digital terhadap pembelajaran dan kesejahteraan anak-anak.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
PM Denmark: Trump Masih...
PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland
Finlandia Menentang...
Finlandia Menentang Jaminan Mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved