Slovenia Jadi Anggota Uni Eropa Pertama yang Melarang Ekspor Senjata ke Israel

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 14:29 WIB
loading...
Slovenia Jadi Anggota...
Slovenia jadi anggota Uni Eropa pertama yang melarang ekspor senjata ke Israel. Foto/X/@othingstodocom
A A A
LONDON - Dalam perkembangan signifikan dalam boikot global yang sedang berlangsung terhadap Israel , Slovenia secara resmi menjadi negara anggota Uni Eropa (UE) pertama yang melarang impor, ekspor, dan transit senjata serta peralatan militer ke dan dari Israel. Keberanian Slovenia diharapkan diikuti negara Eropa lainnya.

Keputusan penting itu menandai perubahan penting dalam kebijakan luar negeri Slovenia dan menyoroti meningkatnya dukungan terhadap hak-hak Palestina di Eropa.

Pemerintah Slovenia menggarisbawahi bahwa larangan tersebut didorong oleh bencana kemanusiaan yang mengerikan yang terjadi di Gaza, ditambah dengan ketidakpedulian Uni Eropa terhadap perang Israel di Gaza.

Perdana Menteri Slovenia, Robert Golob, menekankan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen Slovenia yang teguh untuk menegakkan hukum internasional dan hak asasi manusia.

"Negara-negara yang bertanggung jawab harus bertindak, meskipun itu berarti melangkah lebih maju dari yang lain," ujarnya, dilansir Press TV. Itu menandakan kesediaan Slovenia untuk mengambil sikap atas apa yang dianggapnya benar secara moral dan hukum.

Pemerintah Slovenia mengatakan keputusan tersebut didorong oleh ketidakmampuan Uni Eropa untuk mengambil langkah-langkah konkret terhadap Israel.

"Karena perselisihan dan perpecahan internal, Uni Eropa saat ini tidak dapat memenuhi tugas ini," demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga: Konflik Dinasti Thaksin dan Hun Sen Picu Perang 2 Negara?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Serahkan Kendali ke...
Serahkan Kendali ke Uni Eropa, Israel Mundur dari Perlintasan Rafah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved