Terungkap, Hun Sen Ambil Alih Komando Kamboja saat Perang Melawan Thailand

Kamis, 31 Juli 2025 - 14:14 WIB
loading...
A A A
“Dia selalu memantau dan terus mengamati situasi setiap saat,” ujarnya kepada Reuters, Kamis (31/7/2025).

Bocoran Telepon dan Krisis Kamboja-Thailand


Berbeda dengan ayahnya, Perdana Menteri Kamboja petahana Hun Manet, seorang jenderal bintang empat dan lulusan akademi militer West Point di Amerika Serikat, lebih bungkam di media sosial pada awal-awal konflik, mengubah haluan saat dia bersiap untuk pergi ke Malaysia guna melakukan negosiasi yang menghasilkan gencatan senjata.

Chhay Sophal, seorang penulis buku tentang Hun Sen dan keluarganya yang berbasis di Phnom Penh, mengatakan mantan perdana menteri tersebut dapat memimpin pemerintahan dalam kapasitasnya sebagai presiden Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa.

“Jadi, perdana menteri harus menghormati dan mengikuti kebijakan partai dan presiden,” ujarnya.

Seorang juru bicara pemerintah Kamboja tidak menanggapi pertanyaan dari Reuters.

Thailand dan Kamboja telah berselisih selama beberapa dekade mengenai wilayah perbatasan darat mereka yang tidak dibatasi sepanjang 817 km, yang juga telah menyebabkan pertempuran di masa lalu.

Ketegangan baru-baru ini mulai meningkat pada bulan Mei, menyusul tewasnya seorang tentara Kamboja dalam sebuah pertempuran kecil, dan terus meningkat sejak saat itu—sebuah situasi yang ingin diredakan oleh Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra ketika dia berbicara langsung dengan Hun Sen pada tanggal 15 Juni.

Rekaman sebagian dari panggilan telepon tersebut awalnya bocor, di mana Paetongtarn (38) terdengar mengkritik seorang jenderal Thailand dan bersujud kepada Hun Sen, yang kemudian merilis rekaman audio lengkap percakapan mereka, yang memicu krisis politik di Thailand.

Dalam pidato bertelevisi berdurasi tiga jam yang disiarkan di televisi pada akhir Juni, Hun Sen secara terbuka menegur Paetongtarn atas penanganannya terhadap perselisihan perbatasan dan menyerang ayahnya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang telah lama dianggap sebagai sekutunya.

"Setidaknya sebelum gejolak terjadi, dia benar-benar berada di hadapan kita," kata seorang diplomat regional yang memantau Kamboja secara dekat.

"Maksud saya, dialah yang paling terlihat, yang membuat semua pernyataan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
27 Orang Tewas Akibat...
27 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Bar Bangkok, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved