Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata, Perang Pecah Lagi?

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:31 WIB
loading...
A A A
Di kota Samraong, Kamboja—20 kilometer dari perbatasan—seorang jurnalis AFP mengatakan suara ledakan berhenti dalam 30 menit menjelang tengah malam, dan ketenangan berlanjut hingga fajar.

"Garis depan telah mereda sejak gencatan senjata pada pukul 24.00 tengah malam," kata Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dalam pesan Selasa pagi di Facebook.

Jet, roket, dan artileri telah menewaskan sedikitnya 38 orang sejak Kamis lalu dan membuat hampir 300.000 orang lainnya mengungsi—yang mendorong intervensi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama akhir pekan.

Konflik ini merupakan yang paling mematikan sejak kekerasan berkecamuk secara sporadis dari tahun 2008-2011 di wilayah tersebut, yang diklaim oleh kedua belah pihak karena demarkasi yang tidak jelas yang dibuat oleh pemerintah kolonial Prancis di Kamboja pada tahun 1907.

"Ketika saya mendengar berita itu, saya sangat bahagia karena saya merindukan rumah dan barang-barang saya yang saya tinggalkan," kata Phean Neth, warga Kamboja yang berbicara kepada AFP dari sebuah kamp pengungsi yang luas di kawasan kuil yang jauh dari loksi pertempuran.

"Saya sangat bahagia hingga tak bisa menggambarkannya," imbuh pria berusia 45 tahun itu.

Malaysia Damaikan Thailand-Kamboja


Pernyataan bersama dari kedua negara—serta Malaysia yang menjadi tuan rumah perundingan damai— mengatakan gencatan senjata merupakan "langkah awal yang vital menuju de-eskalasi dan pemulihan perdamaian dan keamanan".

Seorang juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin malam: "Guterres mendesak kedua negara untuk sepenuhnya menghormati perjanjian tersebut dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengatasi masalah-masalah yang telah lama ada dan mencapai perdamaian abadi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved