Thailand Tuduh Kamboja Langgar Gencatan Senjata, Perang Pecah Lagi?
Selasa, 29 Juli 2025 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Kedua belah pihak sedang mendekati Trump untuk mendapatkan kesepakatan perdagangan guna menghindari ancaman tarif yang sangat tinggi, dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan para pejabatnya telah "di lapangan" untuk mengawal perundingan damai.
Pernyataan bersama tersebut menyatakan bahwa China juga "berpartisipasi aktif" dalam perundingan yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Malaysia dan ketua blok ASEAN, Anwar Ibrahim, di ibu kota administratif negaranya, Putrajaya.
Hun Manet berterima kasih kepada Trump atas dukungannya yang tegas, sementara mitranya, Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan bahwa perundingan tersebut harus "dilaksanakan dengan itikad baik oleh kedua belah pihak".
"Jika mereka mengatakan akan berhenti menembak, mereka harus berhenti sepenuhnya," kata Prapakarn Samruamjit, seorang pengungsi Thailand berusia 43 tahun, di kota Surin.
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn merayakan ulang tahunnya yang ke-73 pada hari Senin, tetapi sebuah pemberitahuan di Lembaran Negara Kerajaan menyatakan bahwa perayaan publik yang dijadwalkan di Istana Agung Bangkok telah dibatalkan di tengah pertikaian tersebut.
Masing-masing pihak pada prinsipnya telah menyetujui gencatan senjata, sementara menuduh pihak lain merusak upaya perdamaian dan saling menuduh tentang penggunaan bom curah (cluster bomb) dan penargetan rumah sakit.
Thailand mengatakan 11 tentara dan 14 warga sipilnya tewas, sementara Kamboja hanya mengonfirmasi delapan warga sipil dan lima personel militernya tewas.
Lebih dari 138.000 orang telah meninggalkan wilayah perbatasan Thailand, sementara sekitar 140.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka di Kamboja.
Pernyataan bersama tersebut menyatakan bahwa China juga "berpartisipasi aktif" dalam perundingan yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Malaysia dan ketua blok ASEAN, Anwar Ibrahim, di ibu kota administratif negaranya, Putrajaya.
Hun Manet berterima kasih kepada Trump atas dukungannya yang tegas, sementara mitranya, Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan bahwa perundingan tersebut harus "dilaksanakan dengan itikad baik oleh kedua belah pihak".
"Jika mereka mengatakan akan berhenti menembak, mereka harus berhenti sepenuhnya," kata Prapakarn Samruamjit, seorang pengungsi Thailand berusia 43 tahun, di kota Surin.
Kesepakatan Tarif Pasca-gencatan Senjata
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn merayakan ulang tahunnya yang ke-73 pada hari Senin, tetapi sebuah pemberitahuan di Lembaran Negara Kerajaan menyatakan bahwa perayaan publik yang dijadwalkan di Istana Agung Bangkok telah dibatalkan di tengah pertikaian tersebut.
Masing-masing pihak pada prinsipnya telah menyetujui gencatan senjata, sementara menuduh pihak lain merusak upaya perdamaian dan saling menuduh tentang penggunaan bom curah (cluster bomb) dan penargetan rumah sakit.
Thailand mengatakan 11 tentara dan 14 warga sipilnya tewas, sementara Kamboja hanya mengonfirmasi delapan warga sipil dan lima personel militernya tewas.
Lebih dari 138.000 orang telah meninggalkan wilayah perbatasan Thailand, sementara sekitar 140.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka di Kamboja.
(mas)
Lihat Juga :