Thailand dan Kamboja Gelar Perundingan Gencatan Senjata di Malaysia

Senin, 28 Juli 2025 - 14:04 WIB
loading...
Thailand dan Kamboja...
Thailand dan Kamboja gelar perundingan gencatan senjata di Malaysia. Foto/X/@PopularFront_
A A A
BANGKOK - Para pemimpin Thailand dan Kamboja bertemu di Malaysia untuk perundingan yang bertujuan menyelesaikan sengketa perbatasan yang mematikan. Meskipun kedua belah pihak saling menuduh atas serangan artileri baru di wilayah yang disengketakan.

Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, akan memimpin delegasi Bangkok pada hari Senin dalam upaya mediasi. Perundingan dijadwalkan dimulai pukul 15.00 waktu setempat (07.00 GMT).

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, juga diperkirakan akan hadir, demikian konfirmasi otoritas Malaysia. Kuala Lumpur saat ini memimpin blok regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dan telah menawarkan diri untuk menengahi krisis tersebut, yang telah menewaskan beberapa tentara dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan meningkat setelah kedua negara saling tembak di sepanjang wilayah perbatasan bersama yang disengketakan, yang memicu kekhawatiran internasional. Pekan lalu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan gencatan senjata kepada kedua belah pihak.

Berbicara kepada wartawan di Skotlandia pada hari Minggu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia memperingatkan kedua negara bahwa perjanjian perdagangan di masa mendatang dengan Washington akan ditangguhkan jika permusuhan berlanjut.

“Saya berbicara dengan kedua perdana menteri, dan saya pikir saat saya menutup telepon, saya rasa mereka ingin berdamai sekarang,” kata Trump dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Turnberry.

Ia menambahkan bahwa ia yakin perundingan di Malaysia menandai langkah menuju de-eskalasi.

Kamboja dan Thailand telah saling tuding terkait serangan artileri beberapa jam setelah Trump mengatakan kedua negara telah sepakat untuk menyelesaikan gencatan senjata.

Serangan pada hari Minggu terjadi setelah kedua belah pihak mengatakan mereka bersedia memulai perundingan untuk mengakhiri pertikaian terkait sengketa perbatasan mereka setelah Trump berbicara dengan para pemimpin mereka pada Sabtu malam.

Empat hari setelah pertempuran terburuk dalam lebih dari satu dekade pecah antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 30 orang, termasuk 13 warga sipil di Thailand dan delapan di Kamboja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved