4 Fakta Skandal Kuil Dharmasthala di India yang Dituduh Menutupi Kasus Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan

Senin, 28 Juli 2025 - 20:20 WIB
loading...
4 Fakta Skandal Kuil...
Kuil Dharmasthala dituding menutupi kasus pembunuhan massal dan pemerkosaan. Foto/X/@ManjuShobha1981
A A A
NEW DELHI - Pengakuan seorang pria yang menghabiskan puluhan tahun bekerja di Dharmasthala, sebuah pusat ziarah terkenal di negara bagian Karnataka, India selatan, mengungkap skandal yang melibatkan tuduhan ratusan pembunuhan dan pemerkosaan. Itu menjadi perhatian besar di India.

Pada 3 Juli, mantan petugas sanitasi tersebut memberikan pernyataan kepada polisi.

"Saya mengajukan pengaduan ini dengan berat hati dan untuk memulihkan diri dari rasa bersalah yang tak tertahankan ... Saya tak sanggup lagi menanggung beban kenangan pembunuhan yang saya saksikan, ancaman pembunuhan terus-menerus untuk menguburkan mayat-mayat yang saya terima, dan rasa sakit akibat pemukulan — bahwa jika saya tidak menguburkan mayat-mayat itu, saya akan dikuburkan bersama mereka," demikian pernyataan tersebut.

Pria tersebut, yang berasal dari komunitas Dalit — kelompok yang secara historis terpinggirkan dari tingkat terendah hierarki kasta diskriminatif di India yang telah berlangsung berabad-abad — mengatakan ia bekerja di kuil Dharmasthala antara tahun 1995 dan 2014.

Ia mengatakan ia melakukan sebagian besar tugas kebersihan hariannya di dekat Sungai Nethravathi, yang mengalir di dekat kuil Dharmasthala — hingga keadaan berubah menjadi suram.

4 Fakta Skandal Kuil Dharmasthala di India yang Dituduh Menutupi Kasus Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan

1. Banyak Mayat Bermunculan di Sungai

Dalam pengaduannya, yang salinannya telah dilihat oleh DW, pria tersebut mengatakan ia mulai "melihat mayat-mayat bermunculan" di dekat sungai.

"Di antara mereka, mayat-mayat perempuan lebih banyak," demikian pernyataan tersebut.

Tidak segera dijelaskan bagaimana jenazah-jenazah itu sampai di tempat pria itu menemukannya.

Pria itu awalnya mengira jenazah-jenazah itu adalah akibat tragis dari bunuh diri dan tenggelam. Namun, ia segera menyadari bahwa ia keliru.

"Banyak jenazah perempuan ditemukan tanpa busana atau pakaian dalam," katanya dalam pernyataannya.

"Beberapa jenazah menunjukkan tanda-tanda kekerasan dan pelecehan seksual yang jelas — luka atau bekas cekikan yang menunjukkan kekerasan terlihat pada jenazah-jenazah itu."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved