Jenderal Kamboja: Thailand yang Terus Menyerang dengan Bom Curah
Minggu, 27 Juli 2025 - 12:36 WIB
loading...
Kamboja menuduh balik Thailand yang terus menyerang dengan bom curah meski ada seruan gencatan senjata. Foto/Phnom Penh Post
A
A
A
PHNOM PENH - Kamboja menepis tuduhan Thailand sebagai pihak yang terus meluncurkan serangan roket pada hari Minggu (27/7/2025) ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan gencatan senjata. Versi Phnom Penh, justru pihak Bangkok yang terus menyerang dengan bom curah (cluster bomb).
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata melalui konferensi pers mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, sudah empat hari tentara Thailand terus menginvasi wilayah Kamboja, meningkatkan serangan bom mereka, terutama bom curah, tanpa mengindahkan hukum internasional.
"Tentara Thailand terus menginvasi wilayah Kamboja dengan cara yang kurang ajar dan sembrono, tanpa mengindahkan hukum internasional. Tindakan keterlaluan ini telah meluas ke wilayah kedaulatan Kamboja sejak 24 Juli 2025, dan sekarang memasuki hari keempat," ujarnya, seperti dikutip dari Khmer Times.
Menurut jenderal tersebut, wilayah pelanggaran telah meningkat akibat sengketa perbatasan, ancaman, tekanan, dan pergerakan senjata.
Baca Juga: Perang Thailand-Kamboja: Sekutu AS Bersenjata Kuat vs Musuh Lemah Tapi Didukung China
Jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Thailand, termasuk yang dilakukan secara serampangan atau tidak pandang bulu, telah menyebabkan kerusakan besar setiap hari, menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk biara, pusat kesehatan, pom bensin, pasar, kuil, dan Kuil Preah Vihear, sebuah Situs Warisan Dunia, serta menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.
Mengenai perkembangan situasi pertempuran dan penembakan dari pihak Thailand ke Kamboja, dia mengatakan bahwa sejak kemarin pukul 05.00 di Zona Pertempuran ke-4, di mana Thailand mulai menyerang di wilayah Chomta Bosbov dengan tembakan terus-menerus.
Jenderal tersebut menambahkan bahwa di berbagai lokasi di beberapa wilayah geografis, di Zona Pertempuran ke-4, pesawat Thailand menjatuhkan dua bom dalam perjalanan menuju Kuil Preah Vihear dan pada pukul 11.56, termasuk bom curah di Gunung Khaing.
Sebelumnya, militer Thailad menuduh Kamboja menembakkan rentetan roket pada pagi ini, menandai hari keempat pertempuran kedua negara.
Mayor Jenderal Winthai Suvaree, juru bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, mengatakan pasukan Kamboja terus melancarkan serangan lintas batas ke Thailand meskipun Trump menyerukan gencatan senjata selama perundingannya dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai.
“Kamboja belum menghentikan tembakan. Penembakan dimulai pagi ini, dengan roket mendarat di luar zona operasi militer di Provinsi Surin,” kata Winthai.
Kolonel Richcha Suksuwanon, wakil juru bicara militer, mengonfirmasi bahwa sekitar pukul 04.00 pagi, pasukan Kamboja menembakkan peluru artileri ke kuil Ta Muen di distrik Phanom Dong Rak, provinsi Surin, dan juga menembaki wilayah perbatasan Chong Arn Ma di distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani.
Serangan tersebut menyusul upaya Kamboja untuk merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang sebelumnya telah diamankan oleh pasukan Thailand.
Sebagai tanggapan, militer Thailand membalas dengan artileri jarak jauh yang menargetkan sistem roket dan artileri Kamboja.
Mengenai upaya Trump untuk menengahi konflik pada malam sebelumnya, Richcha mengatakan bahwa operasi di medan perang adalah masalah yang terpisah.
"Unit-unit garis depan terus mengikuti perintah taktis. Apakah gencatan senjata akan terjadi sepenuhnya bergantung pada inisiatif Kamboja untuk meminta perundingan bilateral," katanya.
Sementara itu, laman Facebook "Army Trend Watch" mengunggah pesan yang berbunyi: "Siapa bilang ada gencatan senjata? Kamboja menembakkan roket BM-21 ke kuil Ta Muen Thom, merusak warisan kuno. Hun Sen berencana, Hun Manet mengeksekusi."
Menurut sumber militer Thailand, pada pukul 04.30 pagi, pasukan Kamboja melancarkan serangan roket ganda BM-21 yang ditujukan ke pasukan Thailand. Namun, roket-roket tersebut justru menghantam wilayah sipil, termasuk rumah-rumah, fasilitas medis, dan pusat-pusat komunitas.
Pada pukul 06.30, peluru artileri tak dikenal mendarat di Desa Ban Ta Sor, Ban Pluang, Prasat, Provinsi Surin, menyebabkan kebakaran di rumah-rumah warga sipil. Petugas pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat dikerahkan untuk memadamkan api.
Sepuluh menit kemudian, pada pukul 06.40, lebih banyak artileri Kamboja menghantam rumah lain di Surin, mengakibatkan kerugian total akibat kebakaran.
Pada pukul 07.45, tiga peluru artileri mendarat di Ban Nong Joob, Ta Miang, juga di Phanom Dong Rak. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Pada pukul 07.50, rentetan roket BM-21 lainnya menghantam wilayah Chong Chom di Surin, merusak lebih banyak rumah. Untungnya, warga telah dievakuasi terlebih dahulu ke zona aman yang telah ditentukan.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata melalui konferensi pers mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, sudah empat hari tentara Thailand terus menginvasi wilayah Kamboja, meningkatkan serangan bom mereka, terutama bom curah, tanpa mengindahkan hukum internasional.
"Tentara Thailand terus menginvasi wilayah Kamboja dengan cara yang kurang ajar dan sembrono, tanpa mengindahkan hukum internasional. Tindakan keterlaluan ini telah meluas ke wilayah kedaulatan Kamboja sejak 24 Juli 2025, dan sekarang memasuki hari keempat," ujarnya, seperti dikutip dari Khmer Times.
Menurut jenderal tersebut, wilayah pelanggaran telah meningkat akibat sengketa perbatasan, ancaman, tekanan, dan pergerakan senjata.
Baca Juga: Perang Thailand-Kamboja: Sekutu AS Bersenjata Kuat vs Musuh Lemah Tapi Didukung China
Jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Thailand, termasuk yang dilakukan secara serampangan atau tidak pandang bulu, telah menyebabkan kerusakan besar setiap hari, menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk biara, pusat kesehatan, pom bensin, pasar, kuil, dan Kuil Preah Vihear, sebuah Situs Warisan Dunia, serta menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.
Mengenai perkembangan situasi pertempuran dan penembakan dari pihak Thailand ke Kamboja, dia mengatakan bahwa sejak kemarin pukul 05.00 di Zona Pertempuran ke-4, di mana Thailand mulai menyerang di wilayah Chomta Bosbov dengan tembakan terus-menerus.
Jenderal tersebut menambahkan bahwa di berbagai lokasi di beberapa wilayah geografis, di Zona Pertempuran ke-4, pesawat Thailand menjatuhkan dua bom dalam perjalanan menuju Kuil Preah Vihear dan pada pukul 11.56, termasuk bom curah di Gunung Khaing.
Laporan Versi Militer Thailand
Sebelumnya, militer Thailad menuduh Kamboja menembakkan rentetan roket pada pagi ini, menandai hari keempat pertempuran kedua negara.
Mayor Jenderal Winthai Suvaree, juru bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand, mengatakan pasukan Kamboja terus melancarkan serangan lintas batas ke Thailand meskipun Trump menyerukan gencatan senjata selama perundingannya dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai.
“Kamboja belum menghentikan tembakan. Penembakan dimulai pagi ini, dengan roket mendarat di luar zona operasi militer di Provinsi Surin,” kata Winthai.
Kolonel Richcha Suksuwanon, wakil juru bicara militer, mengonfirmasi bahwa sekitar pukul 04.00 pagi, pasukan Kamboja menembakkan peluru artileri ke kuil Ta Muen di distrik Phanom Dong Rak, provinsi Surin, dan juga menembaki wilayah perbatasan Chong Arn Ma di distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani.
Serangan tersebut menyusul upaya Kamboja untuk merebut kembali wilayah-wilayah strategis yang sebelumnya telah diamankan oleh pasukan Thailand.
Sebagai tanggapan, militer Thailand membalas dengan artileri jarak jauh yang menargetkan sistem roket dan artileri Kamboja.
Mengenai upaya Trump untuk menengahi konflik pada malam sebelumnya, Richcha mengatakan bahwa operasi di medan perang adalah masalah yang terpisah.
"Unit-unit garis depan terus mengikuti perintah taktis. Apakah gencatan senjata akan terjadi sepenuhnya bergantung pada inisiatif Kamboja untuk meminta perundingan bilateral," katanya.
Sementara itu, laman Facebook "Army Trend Watch" mengunggah pesan yang berbunyi: "Siapa bilang ada gencatan senjata? Kamboja menembakkan roket BM-21 ke kuil Ta Muen Thom, merusak warisan kuno. Hun Sen berencana, Hun Manet mengeksekusi."
Menurut sumber militer Thailand, pada pukul 04.30 pagi, pasukan Kamboja melancarkan serangan roket ganda BM-21 yang ditujukan ke pasukan Thailand. Namun, roket-roket tersebut justru menghantam wilayah sipil, termasuk rumah-rumah, fasilitas medis, dan pusat-pusat komunitas.
Pada pukul 06.30, peluru artileri tak dikenal mendarat di Desa Ban Ta Sor, Ban Pluang, Prasat, Provinsi Surin, menyebabkan kebakaran di rumah-rumah warga sipil. Petugas pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat dikerahkan untuk memadamkan api.
Sepuluh menit kemudian, pada pukul 06.40, lebih banyak artileri Kamboja menghantam rumah lain di Surin, mengakibatkan kerugian total akibat kebakaran.
Pada pukul 07.45, tiga peluru artileri mendarat di Ban Nong Joob, Ta Miang, juga di Phanom Dong Rak. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Pada pukul 07.50, rentetan roket BM-21 lainnya menghantam wilayah Chong Chom di Surin, merusak lebih banyak rumah. Untungnya, warga telah dievakuasi terlebih dahulu ke zona aman yang telah ditentukan.
(mas)
Lihat Juga :