Perang Thailand-Kamboja: Sekutu AS Bersenjata Kuat vs Musuh Lemah Tapi Didukung China

Minggu, 27 Juli 2025 - 06:11 WIB
loading...
A A A
“Saya baru saja berbicara dengan PM sementara Thailand, dan itu percakapan yang sangat baik,” tulisnya, seperti dikutip CNN, Minggu (27/7/2025).

“Thailand, seperti Kamboja, ingin segera mengadakan gencatan senjata dan perdamaian. Saya sekarang akan menyampaikan pesan itu kembali ke PM Kamboja. Setelah berbicara dengan kedua pihak, gencatan senjata, perdamaian, dan kemakmuran tampaknya alami. Kita akan segera lihat hasilnya!”lanjut Trump.

Thailand, Sekutu AS dengan Pandangan Global


Militer Thailand telah lama menjadi kekuatan utama dalam politik dalam negeri. Negara ini selama bertahun-tahun didominasi oleh kekuatan konservatif yang terdiri dari militer, monarki, dan elite penguasa.

Menurut CIA World Factbook, sejak 1932 militer telah melakukan 20 kudeta, sebagian besar menggulingkan pemerintahan demokratis. Militer kerap menyebut dirinya sebagai pelindung terakhir monarki.

Thailand merupakan sekutu perjanjian Amerika Serikat, sejak penandatanganan Southeast Asia Collective Defense Treaty (Pakta Manila) pada 1954, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Selama Perang Vietnam, Thailand menjadi tuan rumah pangkalan Angkatan Udara AS, termasuk pangkalan pesawat pengebom B-52, dan mengirim puluhan ribu pasukan untuk mendukung Vietnam Selatan yang didukung AS.

Hubungan erat Thailand dan Washington terus bertahan. Thailand diklasifikasikan sebagai sekutu utama non-NATO oleh AS, yang memberikan hak istimewa, termasuk akses khusus terhadap bantuan persenjataan AS selama puluhan tahun.

Thailand dan Komando Indo-Pasifik AS bersama-sama menjadi tuan rumah latihan militer tahunan Cobra Gold sejak 1982, yang kini melibatkan puluhan negara. Ini adalah latihan militer multinasional tertua di dunia menurut militer AS.

Selain Cobra Gold, Thailand dan AS mengadakan lebih dari 60 latihan militer bersama setiap tahun. Lebih dari 900 pesawat AS dan 40 kapal Angkatan Laut AS mengunjungi Thailand setiap tahunnya, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Namun, dalam dekade terakhir, militer Thailand mencoba menjaga netralitas dengan juga mempererat hubungan militer dengan China.

Untuk menghindari ketergantungan pada satu pemasok senjata, Thailand juga mengembangkan industri senjata domestiknya, dengan dukungan dari Israel, Italia, Rusia, Korea Selatan, dan Swedia, menurut laporan Military Balance.


Dukungan Kuat China ke Kamboja


Militer Kamboja relatif muda dibanding Thailand, dibentuk pada 1993 ketika kekuatan pemerintahan komunis digabungkan dengan dua pasukan perlawanan non-komunis, menurut IISS.

“Hubungan pertahanan internasional terpenting Kamboja adalah dengan China dan Vietnam. Meski sebelumnya banyak bergantung pada Rusia, kini China menjadi pemasok utama,” kata IISS.

China bahkan telah membangun pangkalan Angkatan Laut di Kamboja. Pangkalan Angkatan Laut Ream di Teluk Thailand diyakini cukup besar untuk menampung kapal induk China, menurut para analis internasional.

Kamboja dan China menggelar latihan militer gabungan tahunan ke-7 Golden Dragon pada Mei lalu, yang disebut sebagai latihan terbesar sejauh ini dengan skenario tembak langsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Berita Terkini
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved