Amnesty International Peringati 10 Tahun '709 Crackdown' di China, Desak Aksi Global

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:29 WIB
loading...
Amnesty International...
Amnesty International peringati 10 tahun 709 Crackdown di China, desak Dewan HAM PBB awasi situasi HAM di China secara permanen. Foto/Amnesty International
A A A
JAKARTA - Amnesty International mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperingati 10 tahun penindasan besar-besaran yang dilakukan pemerintah China terhadap para pengacara hak asasi manusia (HAM), yang dikenal sebagai "709 Crackdown". Organisasi ini menyerukan penyelidikan internasional independen terhadap praktik penindasan terhadap masyarakat sipil dan aktivis HAM yang masih terus berlangsung hingga kini di China.

Penindasan ini pertama kali dimulai pada 9 Juli 2015 dan dianggap sebagai titik balik besar dalam upaya Beijing membungkam kebebasan sipil dan supremasi hukum. Menurut Amnesty, tindakan tersebut menjadi awal dari penurunan sistematis HAM di negara tersebut.

Direktur Amnesty International untuk China, Sarah Brooks, menyatakan bahwa "709 Crackdown" bukan sekadar peristiwa tunggal, melainkan awal dari kampanye panjang yang menargetkan para pembela HAM di China.

Baca Juga: Laporan Al Jazeera: China Gelar Tur Media untuk Ubah Narasi HAM di Xinjiang

“Penindasan ini menyebabkan banyak pengacara dan advokat hukum paling berdedikasi di China mengalami kriminalisasi dan penahanan sewenang-wenang,” ujar Brooks, dikutip dari ANI, Sabtu (26/7/2025).

“Kampanye ini masih terus berlangsung sampai hari ini,” lanjut dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Caplok Tanah Palestina,...
Caplok Tanah Palestina, Israel Bangun 34 Permukiman Baru Rogoh Rp7,8 Triliun
Rekomendasi
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Penuh Misteri dan Aksi,...
Penuh Misteri dan Aksi, The Thief Lover di V+Short Bikin Ketagihan Nonton
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved