Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja

Jum'at, 25 Juli 2025 - 15:25 WIB
loading...
A A A
Thailand memiliki sistem militer profesional dan modern, dengan pengalaman tempur serta latihan bersama negara NATO, terutama Amerika Serikat. Sementara Kamboja masih mengandalkan pasukan reguler dan paramiliter—dengan fokus pada kekuatan darat di wilayah konflik seperti Kuil Preah Vihear.

2. Anggaran Militer: Thailand Unggul Jauh


♦Thailand: USD7 miliar (1,3% dari PDB)
♦Kamboja: USD 680 juta (2,5% dari PDB)

Meskipun Kamboja mengalokasikan anggaran militer yang lebih besar secara persentase dari PDB, nominalnya masih 10 kali lebih kecil dibanding Thailand. Ini berdampak langsung pada modernisasi alutsista, latihan, dan kemampuan logistik.

3. Kekuatan Udara: Thailand Lebih Dominan


♦Thailand
•Jet Tempur: 49 unit (F-16A/B, JAS 39 Gripen)
•Helikopter Serbu: 38 unit (Bell AH-1F, Mi-17V5)
•Drone Tempur: CH-4, Hermes 450)
•Radar dan Sistem Pertahanan: Saab Giraffe, Spyder SAM

♦Kamboja
•Jet Tempur: 0 unit
•Helikopter Serbu: 6 unit (Mi-17, Z-9WZ)
•Drone Tempur: CH-4 (jumlah belum diketahui)
•Sistem Pertahanan: 0 unit (andalkan MANPADS atau sistem rudal bahu portabel)

Thailand memiliki salah satu Angkatan Udara terbaik di ASEAN, dengan jet tempur canggih JAS 39 Gripen dan infrastruktur radar modern. Sementara Kamboja belum memiliki jet tempur sama sekali, hanya mengandalkan helikopter serbu dan drone buatan China.


4. Kekuatan Laut: Thailand Satu Langkah di Depan


♦Thailand
•Kapal induk: 1 unit (HTMS Chakri Naruebet tapi tak aktif)
•Kapal perang: 7 Frigat, 2 Korvet, 1 kapal selam
•Kapal patroli: sekitar 30 unit
•Marinir: 25.000 personel
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Ngawur, Menteri Zionis...
Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
Rekomendasi
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved