Studi: Konten Propaganda Dominasi Media China di Era Xi Jinping

Rabu, 23 Juli 2025 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Di China, propaganda naskah muncul hampir setiap hari di media. Selama periode 2012–2022, surat kabar partai memuat setidaknya satu artikel propaganda naskah di 90 persen hari dalam setahun. Dalam momen-momen sensitif seperti peringatan, transisi kekuasaan, atau krisis, porsi artikel semacam ini bisa mencapai 30% dari total konten halaman depan.

Pengetatan Kontrol Media


Penggunaan konten naskah ini meningkat tajam. Pada 2012, hanya sekitar 5–7% artikel halaman depan di surat kabar partai yang berasal dari naskah resmi. Namun, pada 2022, angkanya naik hingga sekitar 20%. Ini mencerminkan tren sentralisasi media dan penyempitan ruang ideologis di bawah Xi Jinping.

Dulu, beberapa media masih mencoba mengubah judul atau menambahkan konteks lokal. Namun menjelang akhir dekade, sebagian besar artikel dipublikasikan tanpa diedit sedikit pun, mencerminkan hilangnya kemandirian redaksi dan meningkatnya keseragaman pesan negara.

Penelitian ini juga membantah anggapan bahwa propaganda hanya ada di media milik partai. Faktanya, media komersial—terutama yang punya pembaca besar—juga rutin memuat artikel pemerintah, sering kali tanpa label atau penjelasan yang memadai.

Isi propaganda pun tidak melulu ideologis. Selain topik nasionalisme, pencapaian partai, dan Pemikiran Xi Jinping, konten propaganda juga mencakup isu kesehatan masyarakat, bencana alam, kriminalitas, hingga gaya hidup. Dengan cara ini, negara dapat membentuk narasi publik di banyak aspek kehidupan sehari-hari.

Para penulis menyoroti bagaimana pemerintah memanfaatkan propaganda naskah saat pandemi Covid-19. Saat wabah muncul, pemerintah menunda publikasi informasi penting sambil membanjiri media dengan narasi resmi yang menekankan otoritas negara dan mengurangi ketidakpastian. Pendekatan ini membatasi jurnalisme independen dan membentuk persepsi publik soal krisis.

Penelitian ini menjadi bukti kuat bahwa kontrol media di China semakin ketat di era Xi. Kemunculan propaganda naskah menandai pergeseran ke arah pengelolaan ideologi yang sangat terpusat, dengan tujuan agar PKC bisa “berbicara dengan satu suara” di semua saluran informasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Kunjungi Wilayah Ukraina...
Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!
Rekomendasi
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved