25 Negara Barat Tekan Israel Akhiri Perang Gaza Sekarang, Zionis Masih Ngeyel

Selasa, 22 Juli 2025 - 07:32 WIB
loading...
25 Negara Barat Tekan...
Sebanyak 25 negara Barat tekan Israel untuk akhiri perang di Gaza sekarang. Namun, rezim Zionis masih ngeyel melanjutkan perangnya. Foto/IDF
A A A
TEL AVIV - Inggris dan 24 sekutu Barat, termasuk Australia, Kanada, Prancis, dan Italia, telah menekan Israel untuk mengakhiri perang di Gaza sekarang, dengan alasan penderitaan warga sipil Palestina telah mencapai titik terendah. Namun, alih-alih mengindahkan tekanan tersebut, rezim Zionis Israel masih ngeyel melanjutkan perangnya.

Dalam sebuah pernyataan, 25 negara Barat itu juga mengecam rencana Israel untuk membangun "kota kemanusiaan" di selatan Gaza, serta aktivitas pemukim di Tepi Barat, sekaligus menyerukan pembebasan para sandera yang ditawan di Gaza.

Tekanan negara-negara Barat itu muncul di tengah laporan yang terus berlanjut mengenai jatuhnya korban massal di sekitar lokasi distribusi bantuan, dan meningkatnya malnutrisi yang menurut UNRWA memengaruhi sekitar sepersepuluh anak-anak di Gaza.

Baca Juga: Sniper Israel Tembaki Anak-anak Gaza seperti Bermain Game

Pernyataan mereka juga muncul di tengah negosiasi gencatan senjata dan pertukaran sandera-tahanan antara Hamas dan Israel yang terus berlanjut, tanpa adanya terobosan nyata.

"Penderitaan warga sipil di Gaza telah mencapai titik terendah. Model penyaluran bantuan pemerintah Israel berbahaya, memicu ketidakstabilan, dan merampas martabat manusia warga Gaza," bunyi pernyataan 25 negara Barat.

Hampir setiap hari, peristiwa korban massal dilaporkan terjadi di sekitar lokasi distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Amerika Serikat dan Israel, karena pasukan Israel menggunakan tembakan langsung dalam upaya mengendalikan massa. GHF menyalahkan Hamas atas sebagian kekerasan tersebut, dan kejadian serupa telah dilaporkan di lokasi-lokasi yang dikelola oleh organisasi bantuan lainnya.

"Kami mengutuk pemberian bantuan secara bertahap dan pembunuhan tidak manusiawi terhadap warga sipil, termasuk anak-anak, yang berusaha memenuhi kebutuhan paling dasar mereka akan air dan makanan," lanjut pernyataan 25 negara Barat. "Mengerikan, bahwa lebih dari 800 warga Palestina telah terbunuh saat mencari bantuan."

Israel telah mengakui adanya kematian di dekat lokasi bantuan dan telah mengonfirmasi bahwa pasukan telah melepaskan tembakan peringatan ketika kerumunan sudah terlalu dekat, tetapi mengatakan bahwa jumlah korban tewas, yang sebagian besar berasal dari otoritas yang dipimpin Hamas, dibesar-besarkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
Negara-negara Arab Kutuk...
Negara-negara Arab Kutuk Langkah Israel Blokir Bantuan ke Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved